Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Karya Pelajar Sepatin Mejeng di Abu Dhabi, Bukti Talenta Siswa SMP 6 Sepatin Mendunia

Dwi Restu Amrullah • Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:05 WIB
Pelajar SMP 6 Sepatin, Kecamatan Anggana, Kukar.
Pelajar SMP 6 Sepatin, Kecamatan Anggana, Kukar.

KALTIMPOST.ID-Ainun Nisya, siswa kelas VII piawai menggambar. Karyanya bahkan tembus hingga ke internasional. Bahkan, hasil karyanya akan ditampilkan di International Union for Conservation of Nature di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Gelaran tersebut diselenggarakan Living Oceans Foundation, sebagai langkah untuk menginspirasi generasi muda yang peduli terhadap alam dan keanekaragaman hayati. Karya Ainun akan mejeng bersama karya-karya anak terbaik di dunia.

“Saya gambar tentang sungai dan alam. Itu biar orang-orang tahu, kalau Sepatin itu juga indah,” ujarnya.

Ainun tak gentar dalam mengikuti ajang tersebut meski pesaingnya bukan hanya dari anak-anak sekolah di kota, melainkan sampai negara lain, seperti Amerika Serikat, India, dan beberapa negara lain.

Deretan prestasi individual siswa di SMP 6 Sepatin ternyata juga diraih anak-anak lainnya. Pun dengan Idul, juara satu dalam ajang Fish Art Contest yang diselenggarakan Wildlife Forever, lembaga swadaya masyarakat asal Amerika Serikat dengan concern konservasi lingkungan. Dia menggambar ikan Walleye dengan corak warna kuning keemasan.

Termasuk siswa-siswi lainnya. Beberapa kali menorehkan prestasi mentereng, mulai antar-sekolah, kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

Sederet prestasi yang diraih membuktikan anak-anak yang tinggal di kawasan Delta Mahakam itu juga punya kemampuan yang sangat luar biasa. Mereka yakin, belajar teguh dan sungguh-sungguh akan berhasil.

Umi, Ainun, Idul, dan anak-anak Desa Sepatin lainnya kini terus berusaha menggapai mimpi. Menjelajah dunia lewat fasilitas yang sudah dibangun, dan yakin bisa memberikan dampak nyata bagi kampung halaman.

Mereka mencontoh Ayu Lestari. Alumnus SMP 6 Sepatin yang berhasil menjadikan pendidikan sebagai penopang kehidupan. Tidak sekadar lulus SMP kemudian melanjutkan ke SMA.

Ayu bahkan menembus hingga pendidikan tinggi. Dia masuk ke Universitas Mulawarman jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Jurusan yang diambil seperti sejalan dengan kondisi geografis tempatnya berasal, yang notabene berhubungan erat dengan perikanan.

Ayu termasuk yang merasakan program sarjana pesisir. Yang juga tak lepas dari program utamanya, yakni Sekolah Terapung.

“Sama seperti adik-adik di sini juga. Saya dibimbing saat seleksi perguruan tinggi, dikasih motivasi, dan itu terbukti hasilnya,” ceritanya.

Meski beasiswa yang diterimanya didapat dari pemerintah, lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP), baginya, apa yang diberikan PHM lewat guru penggerak sangat bermanfaat.

Kini, Ayu mengabdi di Desa Sepatin, juga sebagai guru penggerak. Dia terlibat dalam memberikan pemahaman kepada orang tua anak-anak di sana.

“Karena secara pemikiran, terlebih perempuan yang sekadar menunggu untuk menikah. Saya bisa membuktikan, pendidikan adalah utama,” sambungnya.

Faktor minimnya sarana informasi yang dulu belum masif, ketidaktahuan, hingga mindset bisa jadi melatari pemikiran orang tua dulu tak terlalu peduli dengan pendidikan. (rd)

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #kutai kartanegara #Kecamatan Anggana #talenta anak berbakat #Kutai Barat