Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jokowi: Kereta Cepat Whoosh Bukan Beban Negara, Tapi Investasi Sosial untuk Rakyat

Uways Alqadrie • Senin, 27 Oktober 2025 | 19:21 WIB
Jokowi
Jokowi

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Presiden Joko Widodo menegaskan proyek Kereta Cepat Whoosh tak semestinya dipandang sebagai beban negara.

Menurutnya, pembangunan moda transportasi cepat itu merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan dan menekan kerugian sosial ekonomi di wilayah perkotaan padat, terutama Jabodetabek dan Bandung.

“Jakarta dan sekitarnya sudah macet puluhan tahun. Dari kemacetan itu, negara bisa rugi hingga Rp100 triliun setiap tahun,” ujar Jokowi, Senin (27/10/2025). Ia menjelaskan, kerugian itu menjadi alasan pemerintah mengembangkan sistem transportasi massal seperti MRT, LRT, kereta bandara, hingga kereta cepat.

Kepala negara menekankan bahwa transportasi umum tidak boleh dinilai hanya dari sisi keuntungan finansial. 

Menurutnya, keuntungan sosial—seperti berkurangnya emisi karbon, efisiensi waktu, dan peningkatan produktivitas masyarakat—lebih penting dibanding laba ekonomi semata.

“Transportasi massal itu layanan publik. Kalau ada subsidi, itu bukan kerugian, melainkan investasi sosial,” tegasnya. Ia mencontohkan subsidi tahunan Rp800 miliar untuk MRT Jakarta yang dinilai penting agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda publik.

Jokowi menyebut, proyek Whoosh merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional. Selain mengurangi kemacetan, ia berharap moda transportasi cepat itu dapat menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

 

Editor : Uways Alqadrie
#kereta cepat #Menteri Keuangan Purbaya #WHOOSH #jokowi