KALTIMPOST.ID- Kebakaran melanda Hotel Bumi Senyiur Samarinda pada Rabu (29/10) pagi. Dua kamar di lantai dua hangus terbakar dengan luas area terdampak mencapai 20 x 30 meter persegi. Sistem proteksi kebakaran di hotel berbintang itu diduga lemah, karena hydrant tidak berfungsi otomatis dan sprinkler tidak aktif.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.15 Wita. Sebanyak lima posko diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45 Wita setelah dua jam operasi pemadaman.
Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH, menyebut terdapat 50 orang di dalam gedung saat kejadian, termasuk tamu dan karyawan. “Sebanyak delapan orang mengalami sesak napas, terdiri atas satu petugas pemadam dan tujuh tamu perempuan. Semua sudah mendapat penanganan dan dinyatakan selamat,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, kendala utama pemadaman terjadi karena asap tebal dan minimnya penerangan di dalam gedung. “Kami juga menemukan sistem proteksi hotel tidak sesuai standar. Hidrannya manual dan tidak otomatis, sementara sprinkler tidak berfungsi,” tegasnya.
Marcomm Manager Hotel Bumi Senyiur, Carrolyne Yevado Tohjoyo, memastikan seluruh tamu dan karyawan dalam kondisi aman. “Api berhasil segera dikendalikan berkat respons cepat tim fire brigade hotel yang bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran Kota Samarinda,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Carrolyne menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Manajemen hotel menyatakan siap mendukung proses investigasi dan berkomitmen memperbaiki sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Pasca Kebakaran di Hotel Bumi Senyiur: Cermin Buram Keamanan Gedung di Samarinda
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah tamu dievakuasi dan dipindahkan sementara ke Hotel Puri Senyiur Samarinda. “Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan tamu tetap terjaga,” lanjutnya.
Untuk sementara, operasional hotel ditutup selama proses investigasi dan pembersihan area terdampak. Manajemen menyampaikan apresiasi kepada petugas damkar, relawan, dan aparat keamanan atas penanganan cepat di lokasi kejadian. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki