Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lepas Ketergantungan APBD, Dispar Kaltim Andalkan Kolaborasi untuk Kembangkan Desa Wisata

Bayu Rolles • Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:45 WIB

Dinas Pariwisata Kaltim berupaya menggandeng swasta untuk pengembangan kawasan wisata di daerah. Salah satunya, objek wisata Beras Basah di Bontang. (Ist)
Dinas Pariwisata Kaltim berupaya menggandeng swasta untuk pengembangan kawasan wisata di daerah. Salah satunya, objek wisata Beras Basah di Bontang. (Ist)

KALTIMPOST.ID, Di tengah kondisi fiskal yang menipis, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mencoba menggandeng partikelir di Bumi Etam untuk bisa mengembangkan desa-desa wisata. Inovasi ini diyakini bisa mendorong sektor pariwisata Kaltim untuk tetap bergeliat dan mengurangi beban pembiayaan dari APBD.

“Inovasi terus ditempuh. Kolaborasi dengan perusahaan ini agar pengembangan desa-desa wisata bisa berkelanjutan,” kata Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, belum lama ini.

Kolaborasi itu akan menyesuaikan potensi dan karakteristik tiap wilayah sehingga pendampingan desa wisata bisa tepat sasaran. Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pengembangan Desa Wisata yang disahkan medio Juli 2025. 

Baca Juga: Tiga Pilar Ekonomi Kaltim untuk 2025: Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Terpadu

Beleid itu, kata Ririn, juga mempertegas peran antarpemerintah. Dari provinsi, kabupaten/kota, hingga pusat. Komunikasi dengan sejumlah perusahaan sudah dijajaki. Baik swasta atau BUMN.

Kolaborasi ini digarisbawahinya, tak hanya terpusat soal membangun sarana prasanara. Tapi juga peningkatan tata kelola, promosi digital, sampai dibuatnya paket wisata terpadu.

“Gubernur dan Wakil Gubernur menekankan paket destinasi unggulan wajib ada. Biar bisa menggaek pelancong lebih banyak. Domestik atau mancanegara,” terangnya. 

Baca Juga: Pemangkasan Dana Pusat, Gubernur Kaltim Minta OPD Bergerak Cepat dan Serapan Anggaran Digenjot

Kolaborasi yang coba dibangun pun tak berangkat dari perbincangan belaka. Ada nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang jadi dasar. Salah satu destinasi desa wisata yang diprioritaskan di antaranya, Kampung Wisata Tapak Raja di Penajam Paser Utara, sampai Desa Pela di Kutai Kartanegara.

Dispar juga merancang klaster destinasi berbasis potensi daerah. Seperti Beras Basah di Bontang dengan potensi pesisir. Lalu, Desa Pampang dan Kampung Tenun di Samarinda yang mengusung potensi budaya. Inovasi lain, tambah Ririn, membuka rute penerbangan baru.

“Semua peluang dimanfaatkan. Termasuk lewat agenda MICE atau pertemuan penting pelaku industri pariwisata,” terangnya mengakhiri. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Dinas Pariwisata Kaltim #desa wisata