KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menyiapkan Rp16,8 miliar untuk memperkuat layanan Gawat Darurat (IGD), anggaran itu ditujukan agar dokter spesialis bisa berjaga penuh 24 jam di rumah sakit daerah yang jadi rujukan utama.
Hal ini diungkapkan Kepala Diskes Kaltim, dr. Jaya Mualimin, seusai menginspeksi mendadak empat rumah sakit daerah di Samarinda. Dari RSJD Atma Husada, RS Mata Kaltim, RS Korpri Aji Muhammad Salehuddin II, hingga RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).
"Ada Rp16,8 miliar yang disiapkan untuk perekrutan dokter jaga khusus di IGD," katanya, Rabu Malam, 29 Oktober 2025. Rumah sakit Kelas A, sambung dia, idealnya punya dokter spesialis anak, penyakit dalam, bedah, kebidanan, serta anestesi yang siap siaga 24 jam. Namun saat ini baru dokter anestesi yang rutin berjaga.
Kesiapsiagaan dokter-dokter spesialis itu diperlukan untuk layanan kesehatan yang perlu penanganan cepat di IGD. "Selama ini masih on call. Kalau ditelepon susah dihubungi, pasien jadi menunggu lama," terangnya.
Perekrutan pun sudah berjalan dan dituangkan lewat surat keputusan, sehingga ada pijakan hak dan kewajiban dokter-dokter spesialis itu. "Ada juga dokter bedah yang sudah di-SK-kan," lanjutnya.
Program ini sudah berjalan per Oktober 2025, seusai keputusan pengangkatan dokter spesialis diteken Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud beberapa waktu lalu. Dari Rp16,8 miliar anggaran yang dialokasikan, tiap dokter spesialis yang ditugaskan untuk siap siaga 24 jam itu mendapat honorarium sekitar Rp25 juta per bulannya. "Berlaku untuk semua rumah sakit daerah. Tiap dokter spesialis Rp25 juta per bulan," tuturnya mengakhiri. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki