Informasi wafatnya raja Keraton Surakarta itu pertama kali beredar di berbagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan. Kabar tersebut kemudian dibenarkan salah satu kerabat almarhum, Raden Ayu Febri Hapsari Dipokusumo. “Nggih, nyuwun doanya,” tulis Febri saat dikonfirmasi, Minggu pagi.
Kabar serupa disampaikan Juru Bicara Mahamenteri Keraton Surakarta, KGPHPA Tedjowulan, melalui Bambang Ary Wibowo. Ia menyebut jenazah sang raja masih berada di rumah sakit untuk persiapan sebelum dibawa ke dalam kompleks keraton.
Diketahui, PB XIII Hangabehi beberapa waktu terakhir menjalani perawatan medis di rumah sakit. Pihak keraton belum merinci penyebab wafatnya.
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi adalah raja ke-13 Kesunanan Surakarta yang naik takhta di tengah dinamika internal keluarga keraton.
Sebelum menetap di keraton, PB XIII sempat bekerja di Caltex Pacific Indonesia, Riau, dan kemudian pindah ke Jakarta. Pada 27 Februari 2022.
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948 dengan nama kecil Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi. Ia merupakan putra sulung dari Paku Buwono XII, raja Keraton Solo sebelumnya.
Sebelum dinobatkan menjadi raja, ia telah aktif dalam urusan adat istana dan kehidupan internal keraton. Sebagai putra tertua, Hangabehi dianggap sebagai calon pewaris takhta yang sah.
Namun, situasi menjadi rumit setelah PB XII wafat pada 11 Juni 2004 dan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-raja Mataram, Imogiri, Yogyakarta.
Wafatnya PB XIII pada 2 November 2025 meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Surakarta dan trah besar Mataram. Selama lebih dari dua dekade bertakhta, ia dikenang sebagai raja yang berusaha menjaga martabat keraton di tengah perubahan zaman dan dinamika internal yang tak selalu mudah.
Lebih dari sekadar penguasa simbolik, PB XIII menjadi peneguh nilai-nilai harmoni. Ia meninggalkan teladan tentang pentingnya merawat perbedaan tanpa memutus akar tradisi.
Dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta, PB XIII tercatat sebagai raja yang memulihkan marwah keraton sekaligus menjembatani warisan leluhur Mataram menuju masa depan kebudayaan Jawa yang tetap hidup dan bermartabat.
Dalam upacara Tingalan Dalem Jumenengan ke-18, ia menobatkan putranya, KGPH Purubaya, sebagai putra mahkota bergelar KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.
Hentikan Bunyi Gamelan
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menghentikan bunyi gamelan selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Raja Keraton Surakarta SISKS Pakubuwono XIII Hangabehi pada Minggu pagi, 2 November 2025.
Kabar penghentian gamelan itu disampaikan melalui akun resmi media sosial Keraton Yogyakarta pada Minggu sore. Dalam pengumuman tersebut, kegiatan pertunjukan gamelan dan paket wisata Srimanganti dinyatakan suwuk atau ditiadakan mulai 2 hingga 4 November 2025.
“Sebagai bentuk penghormatan, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak membunyikan gamelan selama tiga hari,” tertulis dalam keterangan resmi itu.
Meski demikian, wisata Kagungan Dalem Tamansari tetap beroperasi seperti biasa pada pukul 08.30 hingga 14.30 WIB. Area Kedhaton dan Wahanarata dijadwalkan kembali dibuka untuk umum pada Selasa, 4 November 2025.
Pakubuwono XIII Hangabehi meninggal dunia di usia 77 tahun. Jenazah kini disemayamkan di Masjid Pujasana, dalam kompleks Keraton Surakarta, sebelum dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Rabu, 5 November mendatang.
Sebelum diberangkatkan ke peristirahatan terakhir, jenazah akan lebih dulu disemayamkan di Loji Gandrung.
Editor : Uways Alqadrie