Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Serapan Anggaran Kaltim Naik Pesat, Sekprov: Target Akhir Tahun 94 Persen

Bayu Rolles • Selasa, 4 November 2025 | 20:04 WIB

Sekprov Kaltim Sri Wahyuni. (FOTO HUDAIS TP/ADPIMPROV KALTIM)
Sekprov Kaltim Sri Wahyuni. (FOTO HUDAIS TP/ADPIMPROV KALTIM)

KALTIMPOST.ID, Di dua bulan tersisa 2025, Pemprov Kaltim memacu serapan anggaran. Per Oktober, rerata realisasi anggaran sudah menyentuh 71 persen. Dari sisi penerimaan, realisasi pendapatan asli daerah sudah menyentuh 77,8 persen. Dan transfer ke daerah (TKD) di angka 69 persen.

Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyebut capaian itu hasil dari kerja percepatan penyerapan anggaran sesuai instruksi Gubernur Rudy Mas`ud, agar roda pemerintahan tak tersendat birokrasi. “Sejauh ini realisasinya cukup bagus,” ungkap dia selepas pengarahan rutin Gubernur, Selasa, 4 November 2025.

Lonjakan capaian ini jadi hal positif jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu, ketika serapan di angka 70 persen lebih baru bisa dicapai Pemprov medio November 2024. “Pertumbuhannya pun cepat, dua pekan lalu masih di angka 60 persen,” lanjut Sri.

Baca Juga: Pemangkasan Dana Pusat, Gubernur Kaltim Minta OPD Bergerak Cepat dan Serapan Anggaran Digenjot

Laju realisasi tak boleh terhenti, masih ada percepatan lainnya. Terutama untuk kegiatan nonfisik karena anggaran bisa lebih cepat terserap. Mekanisme keuangan pun disulih, menerapkan pola Tambah Uang (TU) persediaan. OPD tak perlu lagi menunggu Ganti Uang (GU) persediaan yang kerap bergiliran dibagikan sesuai ketersediaan dana di kas daerah. “Dengan TU, kegiatan bisa cepat berjalan,” terangnya.

Dari rapat pengarahan rutin itu pula, dicatat serapan di masing-masing OPD. Meski rerata realisasi sudah menyentuh 71 persen. Tapi masih ada beberapa OPD yang realisasinya di angka 60 persen. Kata Sri, kendala OPD-OPD itu baru mencapai 60 persen akibat terbatasnya uang persediaan di kas masing-masing lembaga. “Karena keuangannya kurang dari itu, makanya kecil,” akunya.

Pemprov perlu memacu serapan hingga batas maksimal lantaran data realisasi anggaran di triwulan terakhir 2025 dan di tiga bulan pertama 2026. Jika realisasi sepanjang Oktober 2025-Maret 2026 bisa menyentuh 30 persen, Kementerian Keuangan bakal menambah besaran TKD yang dipangkas pusat mencapai 73 persen. “Mudah-mudahan tercapai. Untuk 2025, prognosis realisasi ditarget 94 persen di akhir tahun,” katanya mengakhiri. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#pemprov kaltim #sri wahyuni #Sekprov Kaltim #serapan anggaran