Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah pasien dievakuasi ke halaman depan rumah sakit. Beberapa bahkan masih terbaring di tempat tidur dengan botol infus yang masih menempel di tangan. Evakuasi dilakukan secara cepat oleh petugas rumah sakit dibantu keluarga pasien.
“Kami langsung bantu keluarkan pasien, soalnya getarannya lumayan kuat. Semua orang panik,” ujar salah satu petugas jaga di RSUD dr. Jusuf SK kepada wartawan.
Kondisi serupa juga terjadi di pusat perbelanjaan Gusher dan Ramayana Tarakan. Pengunjung dan karyawan berlarian ke luar gedung setelah merasakan getaran. Suasana kepanikan tampak di wajah ratusan orang yang berusaha mencari tempat aman di area parkir dan jalan sekitar.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 18.37 Wita atau 17.37 WIB, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 24 kilometer tenggara Tarakan pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan tersebut dipicu aktivitas Sesar Tarakan.
Getaran terasa cukup kuat di wilayah Tarakan dan sekitarnya, bahkan dilaporkan terasa hingga Nunukan dan sebagian wilayah Berau. Meski demikian, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hingga malam hari, belum ada laporan kerusakan serius akibat gempa. Petugas masih memantau situasi di beberapa fasilitas umum dan permukiman warga.
Editor : Uways Alqadrie