Kawasan yang dikenal rawan peredaran narkoba itu digerebek dalam upaya pemulihan wilayah.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hadi Siahaan, mengatakan total ada 18 orang tersangka yang diamankan dari lokasi berbeda.
Penggerebekan sempat berlangsung tegang karena kelompok pelaku berupaya melawan dengan melempar batu, kembang api, bahkan menggunakan senjata tajam.
“Perlawanan sempat terjadi, tapi berhasil dikendalikan tim di lapangan,” ujar Roy.
Para pelaku kini ditahan di Kantor BNNK Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan.
Dari hasil penggeledahan di sejumlah titik, petugas menemukan berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, ganja, dan ekstasi, serta puluhan alat hisap, timbangan digital, hingga uang tunai jutaan rupiah.
Baca Juga: Fadli Zon Bela Soeharto: Tak Pernah Ada Bukti Genosida 1965, Layak Jadi Pahlawan Nasional
Operasi tersebut merupakan bagian dari program nasional pemulihan kawasan rawan narkoba. Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan, perang terhadap narkoba menjadi agenda penting dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam reformasi hukum dan ketahanan bangsa.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya soal kriminalitas, tetapi juga isu kemanusiaan. Pengguna harus dipulihkan, bukan dipenjara,” kata Suyudi.
Editor : Uways Alqadrie