KALTIMPOST.ID, Badai tropis Kalmaegi, yang dikenal secara lokal sebagai “Tino”, telah menewaskan minimal 66 orang di Filipina.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Cebu, dengan korban tewas mencapai hampir separuh dari total jumlah korban.
Banyak dari mereka meninggal akibat banjir bandang dan longsor yang menimpa kawasan perkotaan dan pedesaan.
Selain itu, sebuah helikopter militer yang sedang dalam misi bantuan kemanusiaan jatuh di provinsi Agusan del Sur, menewaskan enam personel.
Akibat badai ini, lebih dari 200.000 orang harus mengungsi sementara ribuan rumah mengalami kerusakan berat.
Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur wilayah Visayas dan bagian utara Mindanao memperparah kondisi.
Badai Kalmaegi diperkirakan akan bergerak menuju Laut China Selatan dan kemungkinan menyentuh daratan Vietnam dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah lokal di Cebu telah menetapkan status bencana dan menyerukan bantuan nasional dan internasional untuk mempercepat proses pemulihan.
Banyak warga yang sebelumnya terdampak gempa bumi beberapa minggu lalu kini kembali menghadapi kerusakan besar akibat badai ini.
Editor : Hernawati