KALTIMPOST.ID, Beberapa tahun terakhir, produsen smartphone asal Tiongkok sering jadi sorotan karena dugaan memata-matai pengguna lewat perangkat mereka.
Isu ini bahkan membuat beberapa negara melarang penggunaan ponsel merek tertentu, seperti Huawei, karena dianggap berisiko terhadap keamanan data.
Namun, isu serius itu justru muncul dalam suasana yang cukup santai saat pertemuan antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, di Gyeongju, Sabtu (1/11).
Dalam momen tersebut, Presiden Xi memberikan hadiah berupa smartphone Xiaomi kepada Presiden Lee. Alih-alih sekadar menerima dengan formal, Presiden Lee malah melontarkan pertanyaan ringan namun tajam: “Apakah sistem komunikasi ponsel ini aman?”
Menanggapi hal itu, Presiden Xi justru tersenyum dan berkata, “Silakan cek sendiri apakah ada backdoor.” Candaan tersebut sontak memancing tawa Presiden Lee dan para staf yang hadir.
Istilah “backdoor” sendiri mengacu pada pintu rahasia dalam sistem komputer yang memungkinkan seseorang mengakses data tanpa izin dan sering dikaitkan dengan isu keamanan siber terhadap perangkat buatan Tiongkok.
Video singkat momen tersebut dirilis oleh Kantor Kepresidenan Korea Selatan, dan langsung jadi bahan perbincangan di media sosial serta media internasional.
Banyak yang melihatnya sebagai momen lucu di tengah hubungan diplomatik yang kerap penuh ketegangan.
Meski tampak ringan, candaan itu punya makna tersendiri. Di balik tawa, tersimpan pesan tentang pentingnya keamanan teknologi dan kepercayaan antarnegara di era digital.
Beberapa pengamat juga menilai, aksi Xi dan Lee menunjukkan pendekatan diplomasi yang lebih cair.
Di satu sisi, hadiah smartphone bisa dilihat sebagai simbol kerja sama teknologi; di sisi lain, lelucon “backdoor” tetap mengingatkan dunia pada isu sensitif yang belum benar-benar hilang.
Sampai saat ini, belum ada bukti nyata bahwa produsen smartphone Tiongkok secara sistematis melakukan penyadapan terhadap pengguna.
Namun, kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan data tetap menjadi alasan utama mengapa sejumlah negara menerapkan pembatasan terhadap produk-produk teknologi dari Negeri Tirai Bambu.
Jadi, meski hanya sebatas lelucon, momen singkat antara Xi dan Lee ini seolah menggambarkan realita hubungan internasional di era modern di mana teknologi, keamanan, dan diplomasi saling bertaut, bahkan dalam sebuah percakapan ringan soal smartphone.
Editor : Hernawati