“Pelaku masih beroperasi, kondisinya belum stabil,” ujar Dasco usai meninjau lokasi penanganan korban di rumah sakit tersebut.
Baca Juga: Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK, Diduga Proyek Utama dan Jabatan
Ia menyebut, remaja berusia 17 tahun itu menjadi satu dari empat pasien yang menjalani tindakan operasi akibat luka berat.
Sementara itu, sekitar 20 korban lainnya masih dirawat secara intensif, dan delapan orang lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Dasco meminta pihak sekolah di seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi aktivitas siswa yang berkaitan dengan penggunaan gawai dan media sosial.
“Asas kehati-hatian perlu diterapkan, terutama soal pengaruh konten yang beredar di dunia maya,” katanya.
Sebelumnya, suara ledakan terdengar dari area masjid SMA Negeri 72 sekitar pukul 12.00 WIB, menjelang salat Jumat. Insiden tersebut menyebabkan 54 orang terluka, baik siswa maupun staf sekolah.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri mengatakan korban terdiri atas luka ringan hingga berat, sebagian besar telah dilarikan ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
Baca Juga: Fakta Baru Ditemukannya SMA 72, Kapolri: Terduga Pelaku Masih Berstatus Pelajar
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Hingga kini, polisi masih menyelidiki sumber ledakan dan motif di balik peristiwa tersebut.
Editor : Uways Alqadrie