Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Istri Antasari Azhar Bernama Ida Laksmiwati: Anak Jenderal yang 40 Tahun Mendampingi, Tak Menyerah Meski Suami Dipenjara

Uways Alqadrie • Sabtu, 8 November 2025 | 14:43 WIB

Antasari Azhar dan istri, Ida Laksmiwati
Antasari Azhar dan istri, Ida Laksmiwati
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Berita duka datang dari dunia hukum. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, berpulang pada Sabtu, 8 November 2025. Kabar ini dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman.

Lebih dari empat dekade, Ida Laksmiwati mendampingi Antasari Azhar dalam pasang surut kehidupan. Dari aktivisme kampus, ruang tahanan, hingga masa tua yang sederhana, ia tetap menjadi sosok yang tenang hingga sang suami meninggal dunia.

Cobaan terberat yang dialami Ida Laksmiwati terjadi saat Antasari Azhar ditahan karena terbukti membunuh Nasrudin Zulkarnaen pada 2009. Saat itu Ida Laksmiwati tidak pernah berhenti datang ke penjara menemui Antasari Azhar.

Selama suaminya di penjara, Ida Laksmiwati mengaku banyak momen keluarga yang ia jalani tanpa kehadiran suami. Salah satunya adalah momen pernikahan kedua anaknya. Saat itu Antasari Azhar hanya diizinkan datang untuk menjalani prosesi adat pernikahan. Selebihnya, Antasari Azhar harus balik ke penjara.

Selama suaminya di penjara, Ida Laksmiwati mengaku banyak momen keluarga yang ia jalani tanpa kehadiran suami. Salah satunya adalah momen pernikahan kedua anaknya. Saat itu Antasari Azhar hanya diizinkan datang untuk menjalani prosesi adat pernikahan. Selebihnya, Antasari Azhar harus balik ke penjara. 

Nama Ida muncul di ruang publik setelah pengakuan Antasari bahwa uang pensiun dan dana Taspen miliknya belum pernah cair sejak 2013. Ida sempat mempertanyakan hal itu dengan nada getir. “Teman-teman istri jaksa lain menerima hak pensiun, kenapa kami tidak?” keluhnya.

Antasari hanya bisa menenangkan. “Sabar dulu,” ujarnya dalam sebuah wawancara daring, mencoba menjaga hati sang istri yang sudah terlalu lama bersabar menghadapi nasib.

Perempuan kelahiran Malang, 20 Februari 1955, ini bukan sosok biasa. Ia anak Letnan Jenderal Harun Suwardi, Pangdam Sriwijaya di era Orde Baru. Justru lewat ayahnya pula Ida pertama kali mengenal Antasari—dengan cara yang tak lazim.

Saat masih mahasiswa Universitas Sriwijaya, Antasari dikenal vokal mengkritik pemerintah. Sikapnya membuatnya ditahan oleh aparat, termasuk oleh komando yang dipimpin sang ayah Ida sendiri. 

Dari pertemuan tak sengaja itu, benih cinta tumbuh di antara tahanan politik muda dan putri seorang jenderal.

Tahun 1983, mereka menikah setelah melewati ujian berat. Ida mengenang ayahnya sempat menguji keberanian Antasari dengan menyuruhnya datang melamar langsung ke kantor militer. “Bapak saya sibuk pura-pura tak peduli. Tapi akhirnya beliau luluh,” kenangnya sambil tersenyum getir.

Di mata Ida, Antasari adalah sosok keras dan tegas, jarang menunjukkan sisi romantis. “Kalau dia sudah bilang A, tak akan berubah jadi B,” katanya. Tapi ketegasan itulah yang membuatnya bertahan, bahkan ketika badai besar menimpa keluarga mereka pada 2009.

Saat Antasari dijebloskan ke penjara karena kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Ida tak pernah absen menjenguk. Ia menolak larut dalam stigma publik. Dua anak mereka menikah tanpa kehadiran penuh sang ayah, tapi Ida tetap berdiri teguh di barisan depan keluarga.

“Banyak momen penting tanpa dia. Tapi yang penting, keluarga ini tidak hancur,” ucapnya.

Kini, setelah Antasari tiada, kisah cinta Ida dan Antasari seperti lembar sejarah yang tak lagi bisa diulang—perpaduan antara kesetiaan, kekuasaan, dan ujian hidup yang jarang dimiliki pasangan lain.

Editor : Uways Alqadrie
#mantan ketua kpk #Ida Laksmiwati #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #antasari azhar #Antasari Azhar meninggal dunia