KALTIMPOST.ID-Upaya Pemprov Kaltim meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui mutasi plat non-KT ke KT mendapat respons positif dari kalangan pengusaha.
Di bidang pertambangan, Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Batu Bara (APBS) Samarinda, Umar Vaturusi mengungkapkan, Kaltim dalam perjalannya memang harus terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan PAD.
“Dengan adanya masalah polemik keuangan antara pusat dan daerah, tentu langkah Pemprov Kaltim untuk meningkatkan PAD-nya harus dilakukan. Kami dan saya pribadi dari kalangan pengusaha mendukung dan menyambutnya secara positif,” ucap Umar, Jumat (7/11).
Umar menyebut, dari sisi dunia tambang memang banyak kendaraan dan alat berat yang belum berplat-KT.
Namun hal tersebut baginya bukan serta merta menjadi perihal yang disengaja oleh pemilik atau pemegang kendaraan tersebut. Karena berbagai kemungkinan. Seperti fleksibilitas, kerja sama, atau nilai ekonomi.
“Selama ini perusahaan yang mendatangkan kendaraan dari luar daerah tidak merasa ini adalah sesuatu yang salah. Mereka hanya bertindak berdasarkan perhitungan ekonomi misalnya. Selama ini pun berjalan apa adanya. Tidak ada dorongan yang kuat juga dari pemda untuk mutasi. Jadi tidak ada kesengajaan atau keengganan pengusaha untuk tidak mutasi plat KT,” ungkap Umar.
Dorongan yang kuat tersebut menurutnya baru muncul setelah fiskal Kaltim dipangkas. Membuat pemerintah daerah putar otak meningkatkan PAD.
Sehingga Umar memaklumi jika tahun ini pemerintah daerah gencar mendorong mutasi plat KT.
“Memang gerakan mutasi ini ‘kan sudah lama digaungkan. Namun baru tahun ini benar-benar diseriusi. Ya maaf, mungkin dulu pemda terlalu nyaman dengan besarnya dana bagi hasil dari pusat. Sehingga sektor ini dianggap tidak terlalu berpengaruh dan kecil. Sekarang ketika ada syok terapi pendanaan dari pusat, baru ini putar otak supaya memaksimalkan PAD-nya,” ujarnya.
Selain dari pertambangan, suara dukungan juga datang dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Dalam statement tertulis yang diterima Kaltim Post, Jumat (7/11), Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Rachmat Perdana Angga menyatakan Gapki Kaltim mendukung program Pemprov Kaltim dalam menerapkan kebijakan mutasi plat KT ini.
“Gapki Kaltim siap mematuhi peraturan pemerintah. Gapki berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim dalam mewujudkan program-program yang telah ditetapkan, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan,” sebut Rachmat.
Gapki Kaltim, kata dia, siap terus bekerja sama dengan Pemprov Kaltim dan pemerintah di kabupaten/kota dalam mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Dengan kolaborasi yang erat, Gapki dan pemda di Kaltim dapat mewujudkan program-program Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas dan menjaga iklim investasi yang kondusif di wilayah Kaltim,” ujarnya. (rdh/rd)
Editor : Romdani.