Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kronologi Penculikan dan Penyelamatan Bilqis: Bocah Makassar yang Dijual Rp3 Juta di Jambi, 3 Pelaku Ditangkap

Uways Alqadrie • Minggu, 9 November 2025 | 18:43 WIB

Kolase foto proses pencarian dan penemuan Bilqis Ramdhani (4), bocah asal Makassar yang sempat hilang dan ditemukan selamat di Jambi.
Kolase foto proses pencarian dan penemuan Bilqis Ramdhani (4), bocah asal Makassar yang sempat hilang dan ditemukan selamat di Jambi.
KALTIMPOST.ID, MAKASSAR — Setelah menghilang selama sepekan, Bilqis, bocah perempuan berusia empat tahun asal Makassar, akhirnya ditemukan ribuan kilometer dari rumahnya. Ia ditemukan di Kabupaten Merangin, Jambi, setelah menempuh perjalanan lintas tiga pulau sejauh 2.611 kilometer.

Kasus ini membuka dugaan serius: penculikan Bilqis berkaitan dengan jaringan perdagangan anak antarpulau.

Peristiwa bermula pada Minggu, 2 November 2025. Saat itu, Bilqis bermain di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Panakkukang, tak jauh dari lapangan tenis tempat ayahnya, Dwi Nur Mas, tengah melatih muridnya.

“Dia bilang mau main sebentar. Waktu saya panggil lagi, sudah nggak ada,” ujar Dwi kepada wartawan.

Keesokan harinya, laporan resmi dibuat di Polsek Panakkukang. Polisi bersama keluarga menyebar foto Bilqis di berbagai media sosial. Namun, selama beberapa hari, tak ada tanda-tanda keberadaannya.

Penyelidikan kemudian menelusuri jejak digital yang mengarah ke Kalimantan. Dari sana, Bilqis diduga dibawa menyeberang ke Pulau Jawa, lalu ke Jambi. “Ini bukan penculikan spontan, tapi jaringan terorganisir,” kata seorang penyidik Polda Sulsel.

Sabtu malam, 8 November 2025, tim gabungan dari Polda Sulsel, Polda Jambi, dan Polres Merangin menemukan Bilqis di sebuah kawasan sunyi di Kecamatan Tabir Selatan.

“Dia ketakutan dan sempat menolak digendong. Saat mendengar suara ibunya lewat telepon, baru mau keluar,” tutur Kasatreskrim Polres Merangin, IPTU Eka Putra Yuliesman Koto.

Polisi juga mengamankan seorang perempuan yang diduga membawa Bilqis. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku menjual anak itu seharga Rp3 juta kepada seseorang yang belum teridentifikasi.

Uang hasil transaksi dikirim dua kali—Rp500 ribu dan Rp2,5 juta—melalui transfer bank.

“Kami menduga ada jaringan jual beli anak lintas provinsi,” kata Eka.

Setelah operasi penyelamatan berhasil, Bilqis kini berada di bawah pendampingan psikolog. Ia akan dipulangkan ke Makassar setelah pemeriksaan selesai.

Baca Juga: Kemensos Beri Tiga Jenis Bantuan untuk Korban Ledakan SMAN 72

“Saya cuma mau memeluk anak saya lagi,” ucap Dwi lirih saat dihubungi.

Kasus Bilqis menambah panjang daftar perdagangan anak di Indonesia. Data Polri dan KemenPPPA menunjukkan peningkatan kasus serupa dalam dua tahun terakhir, terutama dengan modus perekrutan daring dan pengiriman antarpulau.

“Ini peringatan keras bagi kita semua,” kata salah satu penyidik di Makassar.

Kronologi Kasus Bilqis: 

Minggu, 2 November 2025 – Hilang di Taman Pakui Sayang

Bilqis (4 tahun) bermain di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Panakkukang, Makassar.

Ayahnya, Dwi Nur Mas (Dimas), sedang melatih tenis di lapangan yang bersebelahan dengan taman.

“Dia bilang mau main sebentar di sebelah. Pas saya panggil lagi, sudah nggak ada,” kata Dimas.

Bilqis terakhir terlihat mengenakan pakaian santai warna merah muda. Warga sekitar sempat ikut mencari namun tak menemukan jejak.

Senin, 3 November 2025 – Laporan ke Polisi

Keluarga melapor ke Polsek Panakkukang. Polisi mulai menyebar foto dan ciri-ciri Bilqis di media sosial serta grup WhatsApp.

Penyelidikan awal dilakukan di sekitar taman dan area perumahan, namun nihil hasil.

Selasa–Kamis, 4–6 November 2025 – Jejak Digital Terendus

Tim Reskrim Polda Sulsel menelusuri sinyal ponsel dan rekaman CCTV di beberapa titik.

Dari hasil awal, polisi menemukan petunjuk adanya kendaraan yang membawa Bilqis menuju arah Pelabuhan Makassar.

Diduga, Bilqis dibawa menyeberang ke Kalimantan menggunakan kapal penumpang.

Jumat, 7 November 2025 – Perjalanan Lintas Pulau

Penyidik menemukan transaksi dan komunikasi mencurigakan di Kalimantan.

Bilqis diduga sudah berpindah tangan ke pihak lain dan dibawa melintas Pulau Jawa, lalu menuju Sumatera.

Polisi menyimpulkan kasus ini bukan penculikan spontan, melainkan bagian dari jaringan perdagangan anak lintas provinsi.

Sabtu, 8 November 2025 – Titik Terakhir di Jambi

Tim gabungan Polda Sulsel, Polda Jambi, dan Polres Merangin menelusuri lokasi di Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin.

Daerah tersebut jauh dari permukiman, berada di area perkebunan.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Bilqis ditemukan dalam keadaan ketakutan dan sembunyi di sebuah gubuk.

“Dia menangis dan tak mau digendong. Baru tenang setelah mendengar suara ibunya lewat telepon,” ujar Kasatreskrim Polres Merangin IPTU Eka Putra Yuliesman Koto.

Jumat-Minggu, 7-9 November 2025 – Pelaku Ditangkap

Polisi mengamankan seorang perempuan yang membawa Bilqis.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku menjual bocah itu seharga Rp3 juta kepada seseorang yang belum teridentifikasi.
Baca Juga: Sempat Melarikan Diri, Pemodal Tambang Batu Bara Ilegal di Tahura Ditangkap

Uang hasil penjualan dikirim dua kali: Rp500 ribu dan Rp2,5 juta.

Penyidik menduga transaksi tersebut bagian dari jaringan jual beli anak antarpulau. Belakangan dua orang pelaku juga berhasil diamankan kepolisian. Dua pelaku berjenis kelamin perempuan, dan satu lagi pria.

Editor : Uways Alqadrie
#Polda Sulawesi Selatan #penculik anak ditangkap polisi #Bilqis Ramdhani #polres makassar #penculikan anak 11 tahun di makassar #polres jambi