KALTIMPOST.ID,JAKARTA -Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap temuan signifikan pasca-insiden ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta, pada Jumat (7/11). Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), terdapat total tujuh unit bahan peledak yang dibawa secara tak terduga oleh pelaku ke lokasi kejadian.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, membenarkan temuan ini saat dikonfirmasi pada Minggu (9/11). “Benar, ada tujuh ledakan,” katanya melalui pesan singkat.
Mayndra menjelaskan, dari keseluruhan tujuh ledakan, empat diantaranya telah meledak di dua titik berbeda di area sekolah. Sementara itu, tiga ledakan lainnya berhasil diamankan petugas dalam kondisi belum teraktivasi, dan kini disita untuk penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Update Dikenakan SMAN 72, 29 Korban Masih Dirawat, Polisi Temukan Bukti Serbuk Pemicu
Meski demikian, AKBP Mayndra belum memberikan rincian rinci mengenai jenis bahan peledak yang menyebabkan 96 orang terluka dalam kejadian tersebut.
Korban Luka Capai 96 Orang
Pertemuan yang terjadi pada hari Jumat siang itu menyebabkan total 96 korban luka, yang sebagian besar adalah siswa. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan terkini pada Minggu (9/11) bahwa 29 korban masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit, termasuk RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina.
“Sehingga total yang masih dirawat ada kurang lebih 29 dari 96. Dan sisanya kemarin sudah pulang dan mungkin dilaksanakan rawat jalan,” jelas Kapolri. (*)
Editor : Uways Alqadrie