“Benar, ada tujuh peledak yang dibawa,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana. Temuan tersebut merupakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan tim gabungan Densus 88 dan Polda Metro Jaya.
Ledakan terjadi di lingkungan sekolah saat waktu Salat Jumat. Menurut saksi, letusan pertama terdengar ketika khotbah tengah berlangsung di masjid sekolah.
Tak lama, suara ledakan kedua muncul dari arah berbeda dan menimbulkan kepanikan di antara siswa serta guru.
Polisi menyebut pelaku berinisial MF (17), siswa yang dikategorikan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).
“Proses hukum terhadap yang bersangkutan akan dilakukan dengan pendekatan perlindungan anak. Identitasnya tidak akan dipublikasikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
Sebelumnya, MF telah dipindahkan ke RS Polri untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan lanjutan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga menyoroti kasus ini sebagai peringatan serius atas maraknya kekerasan dan tekanan psikologis di lingkungan sekolah.
Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dipindahkan ke RS Polri
Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), remaja berinisial MF (17) yang diduga sebagai pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta kini dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati.
Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, usai menjenguk para korban di RSIJ, Minggu malam (9/11).
“Terduga pelaku sudah tidak di sini, dia telah dipindahkan ke RS Polri. Kami akan berkoordinasi dengan Kapolri untuk melakukan pertemuan,” ujar Mu’ti.
Menurutnya, pemindahan dilakukan atas keputusan kepolisian mengingat kondisi pelaku yang memerlukan penanganan medis lanjutan. “Sekarang otoritas terhadap pelaku sepenuhnya di kepolisian. Kami fokus pada pemulihan mental para korban,” katanya.
Kementerian Pendidikan juga akan berkolaborasi dengan psikolog dan lembaga terkait untuk pemulihan trauma para siswa. Tim medis di RSIJ, RS Yarsi, dan RS Pertamina terus merawat korban luka fisik, sementara pemulihan psikososial dilakukan secara bertahap.
Kapolda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menuturkan bahwa MF masih berada di ruang ICU setelah menjalani operasi di bagian kepala. “Kondisinya mulai sadar, tapi luka di kepala cukup serius sehingga memerlukan perawatan intensif,” ujarnya.
Peristiwa ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi Jumat (7/11) siang saat kegiatan Salat Jumat di masjid sekolah. Ledakan ganda itu menyebabkan 96 orang terluka, sebagian di antaranya mengalami luka bakar dan trauma psikologis.
Editor : Uways Alqadrie