KALTIMPOST.ID,JAKARTA -Pihak kepolisian telah memberikan keterangan terkait siswa terduga pelaku peledakan bom di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Saat tiba di lokasi kejadian pada hari kejadian, pelaku teridentifikasi membawa dua jenis tas, yaitu tas sekolah dan tas jinjing, yang diduga kuat berisi bahan peledak.
Kombes Bhudi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, mengkonfirmasi temuan ini. Hasil pengamatan CCTV menunjukkan bahwa saat tiba, anak ini sudah membawa tas sekolah dan tas yang dijinjing.
Semua barang bukti berada di dalam tas-tas tersebut, ujar Kombes Bhudi Hermanto kepada wartawan, Senin (10/11).
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah mengungkap adanya tiga bahan peledak yang tidak berhasil meledak. Kombes Bhudi Hermanto juga membenarkan bahwa ketiga bahan peledak tersebut ditemukan di dalam tas pelaku.
Baca Juga: Keterlibatan SMAN 72: Pelaku Anak Sudah Sadar di ICU, Kapolri Fokus Pemulihan Korban
“Kemungkinan ada beberapa sumbu yang tidak terpicu, sehingga benda ketiga ini tidak meledak,” terang Bhudi Hermanto.
Ia menjelaskan bahwa dari total tujuh bahan peledak yang ada, empat di antaranya telah meledak, menyisakan tiga yang belum. Penjelasan rinci dan komprehensif terkait temuan ini akan disampaikan lebih lanjut oleh tim Gegana, Densus 88, dan Puslabfor setelah proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) selesai.
Bhudi Hermanto menambahkan, tenggelamnya tengah mendalami asal-usul bahan peledak yang dimiliki pelaku, termasuk kemungkinan adanya pihak yang memberikan pelatihan atau bimbingan kepada siswa tersebut.
Polisi berencana berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komdigi, untuk membangun sinergi dalam memadukan konten-konten sensitif di media sosial yang dianggap tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak, sebagai upaya pencegahan.
Insiden ledakan tersebut terjadi pada Jumat (7/11), tepatnya saat pelaksanaan khotbah Salat Jumat. Dilaporkan sebanyak 96 orang menjadi korban dari ledakan ini.
Selain itu, sebuah senjata mainan juga ditemukan di lokasi kejadian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memastikan bahwa identitas tak terduga pelaku ledakan, yang merupakan siswa SMAN 72 Jakarta, telah diketahui. (*)
Editor : Uways Alqadrie