Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polisi Ungkap 7 Bom Ditemukan di SMAN 72 Jakarta, 4 Meledak dan 3 Masih Aktif

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 11 November 2025 | 18:36 WIB
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/sma72jakarta)
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/sma72jakarta)

KALTIMPOST.ID – Kepolisian akhirnya mengungkap hasil penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang sempat menggegerkan publik.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebut pelaku merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang masih berstatus siswa aktif di sekolah tersebut.

“Pelaku bertindak sendiri, tidak ada keterkaitan dengan kelompok teror mana pun,” ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11).

Pernyataan ini menepis spekulasi di media sosial yang sempat menuding pelaku memiliki hubungan dengan jaringan ekstremis.

Baca Juga: BSU 2025 Sudah Bisa Dicairkan di Kantor Pos, Tapi Wajib Bawa QR Code dari Kemenaker! Begini Caranya

Menurut Asep, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa siswa tersebut dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang berinteraksi dengan teman-temannya.

“Yang bersangkutan memiliki ketertarikan terhadap konten-konten bernuansa kekerasan dan hal ekstrem,” jelasnya.

Selain memeriksa lokasi kejadian, polisi juga menggeledah rumah pelaku serta menyita sejumlah barang bukti, termasuk ponsel dan perangkat elektronik lain untuk menelusuri motifnya.

“Kami bersama Densus 88 telah menganalisis isi ponsel, rekaman CCTV, serta aktivitas digital pelaku,” tambahnya.

Baca Juga: Udang Beku Diduga Terpapar Radioakif, DPR Pertanyakan Keamanan Konsumsi Dalam Negeri

Sementara itu, proses pemulihan bagi para korban terus dilakukan. Pihak sekolah bersama kepolisian menyiapkan program trauma healing bagi siswa dan guru yang terdampak.

Penanganan medis juga disiapkan dengan membuka posko bantuan di RS Islam Cempaka Putih. Berdasarkan data terakhir, total korban mencapai 96 orang. Dari jumlah itu, 67 mengalami luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 lainnya luka berat.

“Beberapa siswa baru melapor setelah merasa gangguan pendengaran beberapa hari pasca-kejadian,” kata Asep.

Di lokasi kejadian, tim Brimob Polda Metro Jaya juga menemukan 7 bom rakitan. Dua di antaranya sudah meledak dan lima lainnya dalam kondisi berbeda, ada yang gagal meledak hingga masih aktif.

“Kami temukan dua bom aktif di lokasi kedua, serta satu bom kaleng minuman dengan kondisi masih bisa meledak,” ungkap Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto.

Hasil pemeriksaan bahan peledak di sekolah dan rumah pelaku menunjukkan kesamaan. Polisi memastikan bahan yang digunakan memiliki daya ledak rendah, namun cukup berbahaya jika diaktifkan bersamaan.

Diketahui, peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat pelaksanaan salat Jumat di masjid sekolah dan menimbulkan kepanikan besar di lingkungan SMAN 72 Jakarta.

Editor : Thomas Priyandoko
#Ledakan SMAN 72 Jakarta #kelapa gading #polda metro jaya #polisi