Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Samarinda, Peletakan Batu Pertama Dijadwalkan Desember

Denny Saputra • Rabu, 12 November 2025 | 17:00 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadin.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadin.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Program nasional Sekolah Rakyat (SR) mulai menunjukkan progres nyata di Samarinda. Pemkot melalui dinas pendidikan dan kebudayaan menyebut akan dilakukan peletakan batu pertama pada 2 Desember mendatang.

Proyek besar yang menjadi bagian dari program nasional itu sudah melewati tahap lelang dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp 280 miliar untuk satu kawasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin menyebut, kontrak fisik proyek ini sudah siap ditandatangani. Di Samarinda lokasi pembangunannya di Kecamatan Palaran.

“Nilainya sekitar Rp 280 miliar. Dari 104 sekolah yang dibangun se-Indonesia, Samarinda menjadi satu-satunya kota di Kalimantan Timur yang terpilih,” jelasnya, Rabu (12/11).

Pekerjaan konstruksi ditargetkan rampung dalam enam bulan setelah mulai di bangun. Pemerintah pusat menargetkan pada Juli 2026 sekolah sudah bisa digunakan untuk tahun ajaran baru. “Artinya, pembangunan harus betul-betul qualified karena tahun ajaran depan sudah mulai digunakan,” ujarnya.

Asli juga mengungkapkan, dalam pertemuan nasional di Bali beberapa waktu lalu, pemerintah pusat menekankan percepatan pelaksanaan proyek SR di berbagai daerah.

Salah satu hambatan awal di Samarinda adalah persoalan sertifikat lahan. Namun, Disdikbud telah berkoordinasi dengan ATR/BPN untuk mempercepat proses administrasi tersebut.

“Dari ATR/BPN sudah kami daftarkan. Kami juga minta dukungan pusat supaya percepatannya dibantu. Sebab proyek ini dikawal langsung oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Selain bangunan utama, pihaknya juga mulai memikirkan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti jaringan listrik, air, dan telekomunikasi. Misalnya, jaringan fiber optic, pipa air, dan daya listrik agar sesuai kebutuhan.

“Makanya kami ingin ada koordinasi dengan PLN dan Diskominfo dalam rapat lanjutan, supaya semua fasilitas pendukung disiapkan sejak awal,” terangnya.

Sekolah Rakyat nantinya disebut sebagai lembaga pendidikan yang berstandar tinggi dan berorientasi pada pemerataan kualitas pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Fasilitasnya lengkap, mulai dari dapur umum, hingga laptop untuk peserta didik.

“Ini sekolah yang memanusiakan manusia. Masyarakat kurang mampu akan menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan modern. Bayangkan, nilainya Rp 48 juta per anak per tahun, semua ditanggung,” tegasnya.

Asli berharap masyarakat dapat merespons positif karena untuk perekrutan beberapa waktu lalu dinas terkait sempat kesulitan. “Harusnya orang berbondong-bondong ke sekolah ini. Mungkin karena bangunannya belum terlihat, jadi masih ada yang ragu. Tapi kriterianya sederhana, makin miskin, makin prioritas,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dinas pendidikan #Sekolah Rakyat #samarinda #pembangunan