Dalam video itu, Bripda TT tampak berulang kali memukul dada dua siswa yang baru masuk pendidikan dan bahkan menendang keduanya hingga terdesak ke dinding.
Aksi tersebut direkam oleh polisi lain, Bripda GP, menggunakan ponsel. Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi cepat dari Polda Nusa Tenggara Timur.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Hendry Novika Chandra, membenarkan peristiwa itu. Ia menyampaikan bahwa kedua anggota yang terlibat sudah diamankan oleh Divisi Propam untuk menjalani pemeriksaan.
“Begitu videonya muncul di medsos, keduanya langsung ditempatkan di penempatan khusus untuk proses penyelidikan,” ujar Hendry, Jumat (14/11).
Insiden pemukulan tersebut diketahui terjadi pada Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 12.45 WITA di lingkungan SPN Kupang. Pelaku merupakan anggota Ditsamapta Polda NTT yang sedang mendapat tugas tambahan di SPN.
Polda NTT menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak akan ditoleransi. Proses penegakan disiplin akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Editor : Uways Alqadrie