Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pencurian di Sanipah Samboja Terekam CCTV, Emas 40 Gram dan Laptop Raib

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Jumat, 14 November 2025 | 21:15 WIB

Pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian di Sanipah saat diamankan Unit Reskrim Polsek Samboja. (Istimewa
Pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian di Sanipah saat diamankan Unit Reskrim Polsek Samboja. (Istimewa

 

KALTIMPOST.ID, SAMBOJA - Sore di Sanipah bergerak pelan ketika warga mulai kembali dari aktivitas harian mereka. Jalan sempit di RT 002 tampak biasa saja, tetapi rekaman dari sejumlah kamera CCTV di lingkungan itu menyimpan cerita berbeda.

Selama beberapa hari, seorang pria terekam berjalan berulang kali di jalur yang sama, mengenakan pakaian gelap, tas selempang, dan topi cokelat. Polanya baru terbaca setelah sebuah rumah dibobol pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Rumah itu milik Sandi, warga Sanipah yang meninggalkan kediamannya sejak pagi. Ketika ia kembali menjelang magrib bersama istrinya, Yossi Febriani, keadaan di dalam rumah langsung membuat langkah mereka terhenti.

Isi kamar berantakan, dinding kayu bagian dapur terlihat patah, dan celah bekas congkelannya mengarah ke ruangan pribadi. Sandi tak langsung menghitung kerugian; ia hanya memahami ada yang masuk dan mengambil sesuatu.

Baca Juga: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Makan Malam dengan Mantan Perdana Menteri Singapura, Ini Tiga Hal yang Dibahas

Kerugian itu baru terlihat setelah ia menenangkan diri. Laptop, tas, uang tunai, dan perhiasan emas sekitar 40 gram hilang dari tempat penyimpanan. Yossi ikut memeriksa sekitar rumah, tetapi tak ada jejak lain yang jelas. Satu-satunya petunjuk berada di tangan ketua RT, Syamsul Bakhri, yang segera membuka rekaman CCTV lingkungan.

Rekaman itu memperlihatkan seorang pria berjalan santai dengan tas laptop yang dikenali Sandi. Warga kemudian menelusuri rekaman dari titik lain. Hasilnya serupa: orang yang sama tampak beberapa kali muncul di kawasan itu, mengenakan pakaian yang konsisten, berjalan dengan pola yang sama, dan bergerak tanpa tergesa.

Temuan itu diserahkan ke Polsek Samboja. Polisi mulai menyusun ulang pergerakan pelaku dari potongan waktu yang terekam di berbagai sudut. Identitas dan ciri-ciri awal kemudian terkonfirmasi. Proses ini memperpendek jarak antara laporan dan penelusuran.

Baca Juga: DPRD Kukar Dorong BUMD Kelola 20 Persen Lahan Tambang Lokal untuk Tingkatkan PAD

“Kami bekerja sama dengan warga menelusuri rekaman CCTV dari berbagai sudut,” kata Kapolsek Samboja, AKP Sarlendra Satria. Ia menjelaskan bahwa dukungan warga membuat proses identifikasi lebih cepat, terutama karena rekaman menunjukkan pola kunjungan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Sejumlah barang bukti disita untuk mendukung penyelidikan, termasuk pakaian, tas, dan kendaraan yang diduga digunakan pelaku. Polisi terus memverifikasi catatan pergerakan dan kecocokan barang dengan laporan korban.

Penyidik telah menghubungkan bukti lapangan dengan rekaman yang berhasil dikumpulkan warga Sanipah. Dokumentasi visual itu menjadi dasar teknis yang menguatkan dugaan pencurian di rumah Sandi. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#kukar #pembobolan rumah #Polsek Samboja #samboja