Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rugaiya Usman Wafat di Bandung: Kisah Pendidikan, Janji Pernikahan, dan Kesetiaan Wiranto Selama 50 Tahun

Uways Alqadrie • Senin, 17 November 2025 | 06:14 WIB
Rugaiya Usman dan Wiranto
Rugaiya Usman dan Wiranto

KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Kabar duka datang dari keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto. Istrinya, Rugaiya Usman Wiranto, meninggal dunia pada Minggu, 16 November 2025, pukul 15.55 WIB, di sebuah rumah sakit di Bandung. 

Kepergian Rugaiya menyisakan perjalanan panjang tentang ikatan yang dibangun sejak mereka masih belasan tahun.

Kisah asmara Wiranto dan Rugaiya lebih mirip fragmen novel masa muda: perjumpaan sederhana, tak terduga, namun menjadi awal cerita yang berlangsung lebih dari empat dekade. 

Rugaiya, kala itu pelajar kelas satu SMA berusia 15 tahun, dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah—dari gerak jalan hingga membaca puisi. Ia juga beberapa kali tampil dalam ajang pemilihan ratu remaja.

Di salah satu acara sekolah itu, Wiranto hadir sebagai juri menggantikan rekannya. Pertemuan yang singkat itu menjadi titik awal kedekatan mereka. Cerita antara keduanya berkembang perlahan, jauh dari sorotan publik.

Seusai tamat SMA, Rugaiya menghadapi dilema biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Salah satu kisah yang paling diingat keluarga adalah tekad Rugaiya untuk melanjutkan pendidikan. Seusai SMA, ia sempat kesulitan membiayai kuliah. Ada pihak yang menawarkan bantuan, namun ia merasa tak ingin berutang budi.

Di tengah kebingungan itu, Rugaiya menyampaikan satu permintaan kepada Wiranto: ia bersedia menikah, dengan syarat suaminya kelak membantu mewujudkan pendidikan yang terhenti. Wiranto menyanggupi dan mereka menikah pada 22 Februari 1975. 

Janji sederhana itu kemudian membawa Rugaiya ke bangku kuliah Fakultas Hukum di Jember, sementara Wiranto menjalani penugasan militer di Jawa.

Rugaiya Seperti Pakaian 

Dalam sebuah wawancara tahun 2004, Rugaiya pernah mengatakan bahwa Wiranto selalu menyebut dirinya sebagai “pakaian”. 

Ungkapan metaforis tersebut menggambarkan bagaimana keberadaan Rugaiya menjadi pelindung, penutup rasa lelah, dan bagian yang menyempurnakan penampilan seorang figur publik. 

Pakaian, menurut mereka, bukan hanya sekadar untuk terlihat rapi, tetapi juga simbol kehormatan.

Pernikahan Wiranto dengan Uga dikarunia tiga anak. Dua anak perempuan dan satu anak laki-laki, Lia, Maya, dan mendiang Zainal. Pernikahan Wiranto dan Rugaiya telah berlangsung selama 50 tahun.

Pendamping Setia dalam Karier Publik

Sejak hari-hari pertamanya sebagai istri perwira muda, Rugaiya menyertai perjalanan panjang karier sang suami—dari pangkalan militer hingga kursi pejabat negara. 

Ia jarang tampil di muka publik, namun kehadirannya di lingkungan keluarga dan kegiatan organisasi dikenal memberi ketenangan bagi Wiranto.

Selama 44 tahun pernikahan, mereka menghadapi perpindahan tugas, ritme pekerjaan yang padat, dan dinamika jabatan publik. Bagi kerabat dekat, Rugaiya kerap dilihat sebagai figur yang menjaga stabilitas rumah saat beban pekerjaan suaminya berada di puncaknya.

Meninggal di Bandung, Disemayamkan di Jakarta

Setelah meninggal di Bandung, jenazah Rugaiya dibawa ke Jakarta dan disemayamkan di rumah duka di Kompleks PATI-AD, Bambu Apus, Jakarta Timur. 

Jenazah tiba sekitar pukul 22.00 WIB dan akan diberangkatkan menuju Solo pada Senin pagi melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Pemakaman dijadwalkan berlangsung di Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Editor : Uways Alqadrie
partai hanura Rugaiya Usman Istri Wiranto Dimakamkan di Solo Istri Wiranto meninggal dunia Jenderal Wiranto