Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PSI Tegas Tolak Budi Arie Masuk Partai, Sebut Tak Ada Gunanya Tampung Pengkhianat Jokowi

Uways Alqadrie • Senin, 17 November 2025 | 15:05 WIB

Budi Arie Setiadi diperiksa Bareskrim Polri pada Kamis (19/12/2024). (Foto: JP)
Budi Arie Setiadi diperiksa Bareskrim Polri pada Kamis (19/12/2024). (Foto: JP)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Polemik posisi politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, berlanjut setelah sejumlah kader Gerindra menolak wacana dirinya bergabung ke partai tersebut.

Sikap serupa datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menegaskan tidak tertarik menampung mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A. Sinaga, mengatakan partainya tidak melihat urgensi membuka peluang bagi Budi Arie. 

“Kalau partai yang selama ini berada di orbit pemerintahan saja keberatan, tentu PSI tidak punya alasan untuk menerima. Tidak ada gunanya menampung figur yang dianggap meninggalkan Jokowi,” ujar Ronald, Minggu, 16 November 2025.

Pernyataan Ronald merujuk pada kontroversi yang muncul setelah Budi Arie menyebut Projo tidak lagi berposisi sebagai organisasi yang secara otomatis identik dengan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Menurut dia, pernyataan tersebut membuat citra politik Budi Arie kehilangan pijakan. 

“Sejak ia menyatakan Projo bukan Pro Jokowi, nilai personal branding-nya runtuh,” kata Ronald.

Budi Arie sebelumnya menjadi sorotan dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta awal November. Jokowi tidak hadir dalam acara itu, dan Budi Arie meminta relawan mendoakan kesehatan sang Presiden.

Ketidakhadiran Jokowi kemudian memunculkan berbagai tafsir mengenai relasi politik keduanya.

Sementara itu, penolakan dari internal Gerindra berlangsung meluas.

Kader dari Surakarta, Sidoarjo, Gresik, Batu, Tulungagung, Jakarta Timur, hingga Pematang Siantar menyampaikan keberatan atas rencana masuknya Budi Arie. 

Mereka menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan budaya kaderisasi partai.

Beberapa di antara mereka secara terbuka menyampaikan sikap penolakan melalui forum internal maupun pernyataan publik. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari DPP Gerindra terkait aspirasi tersebut.

Budi Arie belum memberikan respons panjang mengenai gelombang penolakan baik dari Gerindra maupun PSI. Namun manuver politiknya terus menjadi sorotan setelah hubungan simbolik Projo dan Jokowi terlihat renggang sejak pertengahan tahun.

Editor : Uways Alqadrie
#bro ron #partai gerindra #Budi Arie #psi #Partai Solidaritas Indonesia (PSI)