Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, membenarkan keputusan tersebut. “Instansi pengusul Kejaksaan Agung. Alasannya korupsi,” kata Yuldi, Kamis, 20 November 2025. Ia menyebut pencekalan berlaku sejak 14 November 2025 hingga 14 Mei 2026.
Victor Rachmat Hartono lahir pada 11 Februari 1972, adalah sosok sentral di balik kemajuan PT Djarum. Sebagai putra pertama dari konglomerat Robert Budi Hartono, Victor ditahbiskan sebagai salah satu penerus utama kerajaan bisnis keluarga Hartono.
Victor menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Ia menyelesaikan studi di Santa Barbara City College (1989-1991), lalu meraih gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Mesin dari University of California, San Diego (1991-1994). Gelar Master of Business Administration (MBA) ia dapatkan dari Northwestern University yang prestisius pada 1998.
Victor, bagian dari generasi ke-9 keluarga Hartono—dinasti bisnis yang kerap memuncaki daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes—dicekal bersama empat orang lainnya dengan nomor keputusan KEP-380 hingga KEP-382.
Karier Victor di Djarum dimulai pada 1994 sebagai peserta program management trainee. Setahun kemudian ia sempat magang sebagai analis keuangan di JP Morgan Hong Kong. Sekembali ke Djarum, Victor dipercaya mengelola pengembangan merek, termasuk peluncuran LA Lights.
Pada 1998–1999, Victor menjabat General Manager Business Development dan terlibat dalam sejumlah aksi korporasi grup.
Sejak 1999, ia naik menjadi Chief Operating Officer, mengawasi hampir semua kegiatan operasional perusahaan. Di luar bisnis inti, Victor mengepalai Djarum Foundation sejak 2010 dan menginisiasi sejumlah program sosial, termasuk renovasi panti asuhan di Kudus.
Victor meraih gelar MBA dari Kellogg School of Management pada 1998 dengan fokus strategi dan keuangan. Sebelumnya ia menyelesaikan studi teknik mesin di University of California, San Diego, dan sempat berkuliah di Santa Barbara City College.
Pencekalan ini menandai babak baru penyelidikan yang menyeret salah satu tokoh penting Grup Djarum, yang selama tiga dekade terakhir mengembangkan bisnis dari manufaktur hingga teknologi.
Editor : Uways Alqadrie