Ia meminta seluruh struktur NU tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Dokumen bertanggal 20 November 2025 itu disebut ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai keabsahannya.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karir Victor Hartono, Dari Forbes Rich List ke Radar Kejagung
“Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tidak terbawa arus berita yang simpang siur,” ujar Gus Ipul melalui keterangan tertulis, Jumat, 21 November.
Ia meminta jajaran PBNU hingga tingkat ranting menjaga suasana kondusif serta menahan diri dari komentar publik yang dapat memperuncing situasi. Menurut dia, seluruh proses kini berada sepenuhnya di bawah kewenangan Syuriah PBNU sebagai pemegang otoritas tertinggi.
“Kami serahkan urusan ini kepada Rais Aam dan para wakilnya. Insya Allah diselesaikan sesuai mekanisme dan adab organisasi,” kata Menteri Sosial itu.
Gus Ipul juga mengimbau warga NU untuk tetap teduh dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Ia meyakini persoalan internal PBNU akan ditangani dengan hati-hati dan proporsional oleh Syuriah.
Isu pemakzulan Gus Yahya mencuat setelah beredarnya risalah rapat Syuriyah yang berlangsung di Hotel Aston City Jakarta pada 20 November 2025.
Di dalam dokumen itu disebutkan adanya keputusan agar Gus Yahya mengundurkan diri dalam waktu tiga hari, atau Syuriyah akan memberhentikannya dari jabatan Ketua Umum PBNU.
“Perkembangan resmi hanya merujuk pada penjelasan Syuriyah PBNU,” kata Gus Ipul.
Editor : Uways Alqadrie