Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bom SMAN 72, Polisi Duga Bahan Baku Dibeli Online, Pelaku Kelabui Keluarga dengan Dalih 'Ekskul'

Ari Arief • Minggu, 23 November 2025 | 06:30 WIB

Masjid tempat bom meledak di SMAN 72 Jakarta Utara.
Masjid tempat bom meledak di SMAN 72 Jakarta Utara.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pihak kepolisian telah menguak asal usul bahan-bahan yang digunakan oleh anak berkonflik dengan hukum (ABH) untuk merakit bom yang meledak di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menduga bahan peledak tersebut dibeli secara daring.

"Betul, diduga dibeli online. Karena orang tuanya yang menerima paket tersebut," ujar Kombes Budi kepada wartawan pada Jumat (21/11/2025).

Pelaku dilaporkan mengaku kepada keluarganya bahwa paket yang diterima itu berisi barang untuk kebutuhan ekstrakurikuler di sekolah. Hal ini menyebabkan pihak keluarga tidak menaruh curiga sama sekali. "Ia mengatakan kepada keluarga bahwa itu untuk ekstrakurikuler, makanya disimpan oleh pihak keluarga," jelas Budi.

Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa karakter pelaku memang pendiam dan mereka sama sekali tidak menyangka akan terlibat dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta tersebut. "Karakternya memang pendiam," tambah Budi.

Baca Juga: Tiga Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat, Polisi Tunda Pemeriksaan Pelaku Anak

Insiden ledakan ini terjadi pada Jumat (7/11) saat pelaksanaan salat Jumat, menyebabkan 96 orang menjadi korban.

Rincian Bahan Peledak yang Digunakan

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menjelaskan komposisi perangkat peledak yang digunakan siswa tersebut. Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), bahan utama yang terdeteksi adalah potassium chloride.

"Dengan menggunakan alat rigaku yang kami miliki, terdeteksi potassium chloride sebagai bahan peledak atau explosive yang digunakan oleh terduga," kata Kombes Henik dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11).

Baca Juga: Polisi Telusuri Jejak Digital Pelaku Ledakan SMAN 72, Laptop Jadi Bukti Kunci

Dari TKP, juga ditemukan serpihan plastik dan paku. Plastik digunakan sebagai pembungkus struktur peledak, sementara paku (baik paku baja maupun paku seng berpayung) dimaksudkan untuk meningkatkan daya rusak ledakan. "Paku-paku tersebut berserakan di dalam masjid," imbuh Henik.

Untuk daya picu, ditemukan empat baterai dan sebuah inisiator listrik (electric mass). Namun, remote control untuk mengendalikan ledakan tidak ditemukan di lokasi kejadian.

"Daya yang digunakan terduga berasal dari empat baterai A4, inisiatornya electric mass, bahan peledaknya mengandung potassium chloride, dan switching-nya menggunakan receiver yang dikendalikan remote. Namun, remote tidak kami temukan di dalam masjid," terang Henik. Ia menambahkan, "Casing-nya adalah jeriken plastik 1 liter, dan shrapnel-nya paku." 

(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#online #bom #meledak #SMAN 72 #polisi