Dalam dialog bersama media, ia menyampaikan bahwa rencana pembangunan dua rumah sakit baru di Samarinda dan Kutai Barat merupakan langkah penting. Namun, ia menilai banyak daerah lain yang juga membutuhkan fasilitas kesehatan serupa.
“Rumah sakit itu adalah kebutuhan dasar bagi semua masyarakat di Kaltim,” tegasnya, Senin (17/15/2025).
Meski begitu, ia mengaku belum menerima laporan rinci mengenai daerah lain yang membutuhkan pembangunan RS baru. Namun ia kembali menekankan bahwa aspek kesehatan adalah syarat utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Masyarakat Kaltim harus sehat ya, karena salah satu kualitas dari peningkatan sumber daya manusia itu kalau manusianya sehat dan berpendidikan,” ujarnya.
Syarifatul menjelaskan bahwa arah kebijakan kesehatan ini selaras dengan visi-misi Gubernur Kaltim dalam membentuk generasi emas di masa depan.
“Itu memang sesuai visi-misi Pak Gubernur ya, dengan misi Kaltim sukses menuju generasi emas. Untuk menuju generasi emas itu mestinya masyarakat sehat ya, jangan ada yang stunting,” tambahnya.
Ia menyoroti beberapa daerah yang secara ekonomi masih berada di bawah rata-rata, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah provinsi.
“Daerah-daerah seperti Kubar dan Mahulu itu memang perlu disupport dan kami sangat-sangat mendukung biar tidak ada ketimpangan secara ekonomi, secara kemiskinan juga,” jelasnya.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas kesehatan berpotensi memperlebar disparitas kesejahteraan antarwilayah. Karena itu, pembangunan rumah sakit baru harus diarahkan tidak hanya pada kota besar, tetapi juga daerah terpencil.
Pemerataan layanan kesehatan akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan jangka panjang Kaltim.
Syarifatul berharap pemerintah provinsi dapat segera melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten/kota agar kebijakan pembangunan rumah sakit ke depan lebih tepat sasaran dan membawa manfaat maksimal bagi masyarakat.(Adv/DPRDKaltim)
Editor : Uways Alqadrie