Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rektor Uniba Lakukan Pertukaran Budaya ke Afrika Selatan, Jajaki Peluang Kolaborasi Jangka Panjang di Bidang Seni

Romdani. • Senin, 24 November 2025 | 18:58 WIB
Isradi Zainal (kir) saat berada di Nelson Mandela Capture Site.
Isradi Zainal (kir) saat berada di Nelson Mandela Capture Site.

KALTIMPOST.ID-Udara musim panas Afrika Selatan (Afsel) menyambut langkah rombongan kecil itu ketika tiba di Durban.

Angin Samudera Hindia berembus pelan, membawa aroma garam dan sejarah panjang bangsa yang pernah berjuang keluar dari belenggu apartheid.

Di antara rombongan itu, ada nama yang membawa misi budaya dari Balikpapan. Yakni Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Isradi Zainal.

Uniba yang menempatkan budaya sebagai salah satu pilar visinya, tidak ingin komitmen itu berhenti sebatas wacana.

Pekan lalu, visi tersebut berubah menjadi langkah konkret. Isradi tampil sebagai pembicara dalam forum internasional bertema Peran Budaya dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Kearifan Lokal, dan Penguatan SDGs.

“Budaya bukan hanya identitas, tetapi aset yang mampu mempertemukan bangsa, memperkuat dialog, dan mendorong pembangunan,” ujar Isradi dalam forum tersebut. Ucapannya mendapat anggukan setuju dari peserta yang datang dari berbagai negara.

Tidak hanya memberi paparan, Isradi bersama Yayasan Amanah Asri, Perkumpulan Wanita Palembang, Dewan Seni dan Budaya Nusantara (DSBN), serta seniman dari Indonesia dan Afsel turut mempersembahkan pertunjukan seni.

Tarian, musik, doa budaya, dan busana tradisional tampil bergiliran di Durban dan Pietermaritzburg. Dua kota yang memiliki jejak panjang hubungan antarbudaya.

Dialog yang terjadi selepas pertunjukan berlangsung hangat. Para seniman, budayawan, dan pejabat setempat membahas peluang kolaborasi jangka panjang. Di Afsel, seni bukan sekadar ekspresi estetika.

Ia menjadi bahasa persatuan, ruang penyembuhan trauma sejarah apartheid, dan motor ekonomi kreatif. Perspektif itu selaras dengan arah penguatan kebudayaan di Indonesia.

Perjalanan Isradi kemudian berlanjut ke Nelson Mandela Capture Site. Di lokasi historis itu membawa pengunjung pada perjalanan emosional tentang perjuangan, harapan, dan kemanusiaan.

“Di sini, sejarah tidak hanya dibaca, dia begitu terasa,” kata Isradi pelan, menatap instalasi seni dan galeri hidup Mandela.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Harga Sawit Turun, Kebijakan PKH Dinilai Ancam Masa Depan Petani Swadaya

Ada keterhubungan emosional antara Indonesia dan Afrika Selatan. Di mana Nelson Mandela diketahui sangat menghormati tokoh Nusantara, Syekh Yusuf al-Makassari.

Jejak sejarah itu membawa langkah Isradi ke makam Karamat Syekh Yusuf di Distrik Makassar, Cape Town.

Di sana dia disambut Konsul Jenderal RI Tudiono yang menunjukkan bagaimana Syekh Yusuf dihormati selama lebih dari tiga abad.

Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat mendukung rencana pembentukan Rumah Budaya Indonesia Syekh Yusuf di Cape Town dan persiapan peringatan besar. Menandai 400 tahun kedatangan Syekh Yusuf dan 1.500 tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #universitas balikpapan #Isradi Zainal #Kutai Barat