Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Anggaran Susu dan PMT Dikembalikan, Diskes Bontang Pilih Hindari Tumpang Tindih Program

Adhiel kundhara • Selasa, 25 November 2025 | 14:59 WIB

Balita di Bontang menjalani masa pengukuran serentak untuk mendeteksi terkait angka pasti stunting di Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)
Balita di Bontang menjalani masa pengukuran serentak untuk mendeteksi terkait angka pasti stunting di Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan anggaran pengadaan susu untuk ibu hamil dan pemberian makanan tambahan (PMT) balita stunting yang sebelumnya diusulkan tahun ini tidak jadi direalisasikan. Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe, menegaskan pembatalan itu dilakukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan bantuan pusat maupun provinsi yang sudah berjalan melalui skema Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Iya, anggarannya ada. Tapi setelah kami evaluasi, itu berpotensi tumpang tindih dengan program MBG. Jadi kita putuskan tidak jadi membeli. Anggarannya kembali, sekitar Rp 1,5 miliar menjadi SILPA positif,” jelas Bahtiar. Menurut Bahtiar, kehati-hatian menjadi alasan utama keputusan tersebut. Jika dipaksakan, dikhawatirkan justru menimbulkan temuan karena alokasi bantuan untuk susu ibu hamil juga berpotensi tercantum dalam program lain.

“Kami harus jelas membiayai apa. MBG membiayai apa. Jangan sampai dobel. Termasuk kemungkinan ada bantuan susu dari jalur itu,” tambahnya. Meski pengadaan susu dibatalkan, layanan edukasi gizi di Puskesmas dan Posyandu tetap berjalan. Diskes menilai literasi gizi menjadi fondasi paling penting dalam menekan risiko stunting sejak masa kehamilan.

Baca Juga: Bontang Jadi Juara Umum Cabor Bulu Tangkis di Popda 2025, Ini Raihan Medali yang Didapat

“Penyuluhan tetap jalan. Kami tekankan ibu hamil memahami gizi seimbang, itu yang utama. Tidak semua solusi harus dalam bentuk barang. Edukasi yang benar jauh lebih penting,” kata Bahtiar. Sebelumnya, Diskes telah menyalurkan susu untuk balita stunting sejak 24 Juli lalu. Program ini bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim senilai Rp 800 juta.

Bantuan itu ditujukan untuk bayi berusia di bawah satu tahun, lantaran anggaran belum mampu menjangkau seluruh balita tengkes. “Distribusinya dibarengi pemberian makanan tambahan (PMT). Sekitar seratusan bayi sudah menerima. Takaran susunya mengikuti rekomendasi dokter, menyesuaikan kondisi fisik masing-masing,” terang Kabid Kesmas, Bambang Sri Mulyono.

Untuk balita usia di atas satu tahun, bantuan susu rencananya akan disokong melalui APBD Perubahan. Namun rencana itu juga batal berjalan dan anggarannya, sekitar Rp 900 juta, ikut menjadi SILPA.

Baca Juga: 500 Guru Ngaji di Bontang Dibekali Pelatihan, Neni Sebut Mereka Penjaga Cahaya Al-Qur’an

Sebelumnya diberitakan, Angka stunting di Kota Bontang kembali menunjukkan penurunan signifikan. Mengacu prevalensi stunting hasil Operasi Timbang Jilid II berada pada angka 15,6 persen.

Ia menegaskan bahwa penurunan ini merupakan progres positif dari capaian sebelumnya yang berada di angka 17,4 persen. Operasi timbang yang menyasar lebih dari 9.769 balita itu mencatat cakupan 100 persen. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja kolaboratif lintas sektor.

Namun ia menekankan bahwa rincian data per kelurahan berada dalam kewenangan bidang teknis. Terkait data lengkap akan disampaikan Diskes pada rapat koordinasi yang rencananya digelar awal bulan depan. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#makanan tambahan balita #stunting #Dinas kesehatan Bontang #ibu hamil