Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Legislator Kaltim Apresiasi Gelaran Tabligh Akbar Madinatul Iman 2025 di Balikpapan

ADV • Rabu, 26 November 2025 | 09:44 WIB

Para legislator DPRD Kaltim bersama tokoh agama dan ribuan jamaah memenuhi area BSCC Dome Balikpapan saat Tabligh Akbar Madinatul Iman 2025, Minggu malam (23/11).
Para legislator DPRD Kaltim bersama tokoh agama dan ribuan jamaah memenuhi area BSCC Dome Balikpapan saat Tabligh Akbar Madinatul Iman 2025, Minggu malam (23/11).
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Minggu malam, 23 November 2025, halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome berubah menjadi lautan manusia. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Balikpapan memenuhi area tersebut untuk menghadiri Tabligh Akbar Madinatul Iman 2025.

Sebuah agenda keagamaan besar yang setiap tahunnya dinanti masyarakat. Lampu-lampu panggung bersinar terang, saling memantul dengan sorot kamera para jamaah yang ingin mengabadikan momen. 

Suasana penuh semangat tetapi tetap tertib, mencerminkan antusiasme warga Balikpapan terhadap kegiatan dakwah yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas kota “Madinatul Iman”.

Gelombang jamaah mulai berdatangan sejak sore. Banyak yang datang bersama keluarga, bahkan sebagian membawa alas duduk dan botol minum karena tahu acara akan berlangsung cukup lama. Di tengah padatnya arus manusia, para relawan dan panitia terlihat bergerak cekatan mengatur alur masuk jamaah. 

Mereka membimbing warga ke area tempat duduk, mengarahkan parkir, hingga memastikan ruang gerak tetap kondusif. Walau begitu, jumlah jamaah yang membludak membuat sebagian harus berdiri sepanjang acara. 

Namun tidak terdengar keluhan. Semua larut dalam suasana religius yang terasa begitu hangat.

Pada kesempatan itu, hadir pula sejumlah legislator DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang menunjukkan dukungan mereka terhadap kegiatan masyarakat Balikpapan. 

Anggota DPRD Kaltim Abdullah, yang datang mewakili Ketua DPRD Kaltim, tampak berbaur dengan warga dan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Ia tak sendiri. Bersamanya hadir pula anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Balikpapan, La Ode Nasir dan Syahariah Mas’ud. 

Ketiganya mengikuti jalannya Tabligh Akbar dengan penuh kesungguhan, sesekali terlihat tersenyum ketika jamaah bersorak atau tertawa mendengar humor segar dari penceramah.

Kehadiran para legislator itu bukan hanya formalitas. Dalam konteks sosial, dukungan mereka menjadi sinyal bahwa kegiatan keagamaan mendapat perhatian serius dari wakil rakyat. 

Mereka ingin memastikan bahwa agenda seperti Tabligh Akbar terus mendapat dukungan, baik dari sisi fasilitas maupun keberlanjutan program pembinaan masyarakat. 

Bagi DPRD Kaltim, Tabligh Akbar adalah ruang penting yang mempertemukan masyarakat dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus memperkuat jalinan sosial yang sudah lama menjadi ciri khas Balikpapan.

Acara Tabligh Akbar tahun ini menghadirkan dua dai kondang yang telah lama menjadi magnet dalam setiap aktivitas dakwah akbar di Indonesia: Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das’ad Latif. Kehadiran keduanya langsung memancing perhatian besar. Bahkan sejak siang hari sudah banyak jamaah yang datang lebih awal agar mendapat tempat terbaik. 

Kedua dai ini memiliki karakter penyampaian yang berbeda, namun justru itu yang membuat suasana semakin hidup. Ustaz Abdul Somad dikenal dengan gaya yang tegas dan padat makna. 

Dalam tausiyahnya pada malam itu, ia banyak menyinggung tentang pentingnya menjaga keluarga dan generasi muda dari tantangan zaman digital. Ia mengingatkan jamaah agar tidak larut dalam arus informasi yang tidak terbatas tanpa filter moral dan agama. 

Menurutnya, iman yang kuat adalah benteng paling penting bagi setiap Muslim dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat dan sering kali menimbulkan kebingungan.

Sebaliknya, Ustaz Das’ad Latif tampil dengan gaya khasnya yang komunikatif dan penuh humor, membuat suasana yang sejak awal sudah hangat menjadi semakin cair. Setiap kalimat yang ia ucapkan selalu diiringi tawa jamaah, namun tidak menghilangkan substansi pesan yang ingin ia sampaikan. 

Ia banyak membahas soal akhlak dan pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat. Pesan-pesan moral yang dibalut humor renyah membuat jamaah mudah mencerna dan mengingatnya. Beberapa kali, anggota DPRD yang hadir pun terlihat ikut tertawa, membuat suasana terasa akrab dan tanpa jarak.

Tabligh Akbar malam itu bukan semata kegiatan dakwah, melainkan ruang pertemuan sosial dan spiritual. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertemu kerabat atau sahabat yang jarang ditemui. 

Di beberapa sudut, tampak kelompok keluarga duduk bersama, sementara anak-anak kecil sesekali bermain namun tetap berada dalam pengawasan orang tua. 

Di sisi lain, para remaja terlihat serius mencatat isi ceramah atau merekam potongan tausiyah dengan ponsel mereka. 

Momentum seperti ini tidak hanya menumbuhkan spiritualitas tetapi juga menghadirkan kebersamaan yang dalam kehidupan modern semakin jarang ditemui.

Pemerintah Kota Balikpapan selama ini dikenal aktif mendukung kegiatan keagamaan masyarakat, dan Tabligh Akbar ini menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kebijakan pemerintah, aspirasi masyarakat, serta peran tokoh agama. 

Legislator DPRD Kaltim yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras panitia dan antusiasme masyarakat. Menurut mereka, kegiatan seperti ini mampu memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota religius yang harmonis dan damai. 

Mereka menilai, aktivitas keagamaan yang masif dan terorganisir seperti ini memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial, terutama dalam membentuk karakter masyarakat yang moderat dan saling menghargai.

Abdullah mengatakan bahwa kegiatan dakwah tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga penting dari sudut pandang stabilitas sosial. 

Ia menilai bahwa acara seperti ini menjadi titik temu yang memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Sementara itu, La Ode Nasir menegaskan bahwa Balikpapan memiliki modal sosial yang kuat karena masyarakatnya masih menjunjung tinggi tradisi keagamaan. 

Antusiasme yang besar dalam setiap kegiatan dakwah adalah bukti bahwa masyarakat Balikpapan menempatkan nilai agama sebagai fondasi moral dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang akhir acara, ketika lantunan doa penutup dipimpin oleh salah satu dai, suasana berubah menjadi penuh ketenangan. Jamaah menundukkan kepala, mengangkat tangan, dan larut dalam kesyahduan doa yang dipanjatkan. 

Momen itu menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, memperlihatkan bagaimana ribuan hati bisa disatukan dalam satu ruang untuk memohon keberkahan dan kebaikan bagi diri, keluarga, dan kota Balikpapan.

Tabligh Akbar Madinatul Iman 2025 ini pada akhirnya bukan hanya menjadi momentum dakwah, tetapi juga menjadi simbol bahwa kekuatan spiritual dan sosial masyarakat Balikpapan masih terjaga dengan baik. 

Kehadiran para legislator memberikan warna tersendiri, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama terus berjalan. Dukungan seperti ini diharapkan menjadi modal besar untuk menjaga keharmonisan dan identitas Balikpapan sebagai kota religius yang modern dan inklusif.

Bagi banyak jamaah, pulang dari acara tersebut bukan hanya membawa kenangan tentang tausiyah dua dai kondang, tetapi juga membawa semangat baru untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan masing-masing. 

Tabligh Akbar ini mungkin berlangsung hanya satu malam, tetapi dampaknya menjalar jauh ke dalam kehidupan masyarakat. Semangat kebersamaan, kekhusyukan, dan rasa syukur yang tercipta pada malam itu adalah cermin dari kuatnya tradisi religius yang tetap hidup di tengah dinamik kota yang terus berkembang. (sen)

Editor : Uways Alqadrie
#abdul somad #tabligh akbar #abdullah #dprd kaltim #Ustadz Das ad Latif #balikpapan