Panitia memperkirakan gelombang jemaah datang bukan hanya dari penjuru Nusantara, tetapi juga sejumlah negara.
Humas kegiatan, Firmansyah Alfian, menyebut momentum ini bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan upaya menghidupkan kembali kesadaran kolektif umat. “Doa adalah kekuatan terbesar. Dari jutaan orang yang berkumpul, pasti ada doa yang langsung dikabulkan,” kata Firmansyah.
Selama pelaksanaan, rangkaian ibadah digelar nyaris tanpa jeda: tahajud berjemaah menjelang subuh, pengajian dan zikir, serta tausiah yang diberikan setelah setiap salat wajib.
Para penceramah berasal dari Mesir, Pakistan, India, serta tokoh nasional. “Tujuannya membangkitkan kembali peran agama dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Di luar aspek spiritual, dampak ekonominya mulai terlihat. Ratusan pelaku UMKM membuka lapak di sekitar masjid. Kebutuhan logistik tiga hari acara—beras, ayam, ikan hingga tepung—diperkirakan mencapai ratusan ton. “Ini menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan Lampung ke level internasional,” kata Firmansyah.
Antusiasme jemaah terus meningkat menjelang hari pelaksanaan. Panitia menyebut Lampung akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia Islam selama akhir November ini.
“Gubernur, bupati, wali kota bergerak sendiri untuk membantu. Kapolda juga menyatakan dukungan penuh. Bahkan rekan-rekan nonmuslim menyumbangkan 20 ekor kambing, plus berbagai kebutuhan bahan pokok seperti bawang, gula, dan tepung,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama kegiatan, panitia membangun sekitar 200 dapur. Setiap tenda dapur dikelola jemaah dari daerah masing-masing—mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga kabupaten/kota di Lampung seperti Way Kanan, Lampung Utara, dan Lampung Barat.
Pola ini diyakini memudahkan koordinasi sekaligus menjaga kekompakan rombongan.
“Para jemaah datang membawa kesadaran ibadah, bukan untuk mengejar fasilitas. Mereka mengatur dapur masing-masing dengan gotong royong,” kata Firmansyah.
Ia menegaskan bahwa Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 tidak hanya berdimensi spiritual. Kehadiran puluhan ribu jemaah diproyeksikan menggerakkan sektor UMKM lokal, perhotelan, transportasi, hingga logistik. “Ini memberi energi sosial dan ekonomi bagi Lampung,” ucapnya.
Selain dukungan lokal, panitia juga mengundang tokoh-tokoh nasional. Beberapa pimpinan organisasi Islam besar—termasuk Ketua Umum NU dan Ketua Umum Muhammadiyah—dijadwalkan hadir. Undangan juga dikirim kepada Presiden RI, meski hingga kini belum ada konfirmasi final.
Tabligh Akbar Bakal Dihadiri 1,5 Juta Umat
Provinsi Lampung tengah menyiapkan gelaran besar Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di Kota Baru, Jatiagung, Lampung Selatan. Kawasan Masjid Al Hijrah mulai dipenuhi jemaah dari berbagai provinsi dan dari luar negeri.
Acara dijadwalkan berlangsung 28–30 November 2025 selama tiga hari. Panitia mencatat konfirmasi kedatangan dari 45–50 negara, termasuk AS, Kanada, Australia, Jerman, Prancis, Afrika Selatan, dan Tunisia.
Sebanyak 1.000 jemaah mancanegara telah tiba terlebih dahulu di Lampung. Total peserta diproyeksikan mencapai 1–1,5 juta orang, dengan 250 ribu di antaranya berasal dari luar Lampung.
Area seluas 50 hektare disiapkan sebagai pusat kegiatan, termasuk tenda-tenda besar untuk iktikaf.
Pembukaan Tabligh Akbar akan diawali Salat Jumat berjamaah dipimpin Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar.
Editor : Uways Alqadrie