Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DPRD Kaltim Soroti Sekolah Tanpa UKS dan Gizi Rendah, Sebut Ancaman Serius bagi Siswa

ADV • Jumat, 28 November 2025 | 09:43 WIB

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud.(yhon)
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud.(yhon)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gencarnya upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, persoalan fundamental seperti gizi siswa dan fasilitas kesehatan di sekolah justru kembali menjadi perhatian publik. 

Banyak sekolah, terutama di wilayah pinggiran dan desa terpencil, masih belum memiliki UKS yang layak, tenaga kesehatan, bahkan akses makanan bergizi yang memadai. 

Situasi ini mendapat sorotan tegas dari Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, yang menilai bahwa kesehatan anak harus menjadi prioritas sebelum bicara kualitas akademik. Dirinya mengungkapkan keprihatinannya setelah menerima berbagai laporan terkait kondisi kesehatan siswa yang kerap diabaikan. 

“Saya melihat ada sekolah yang bahkan tidak memiliki ruang UKS, tidak ada petugas kesehatan, dan para siswa harus belajar dalam kondisi lelah karena asupan gizi yang kurang. Ini masalah serius dan harus ditangani segera,” paparnya belum lama ini.

Ia menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara soal kurikulum atau fasilitas belajar, tetapi juga kondisi fisik siswa yang menjadi fondasi utama. 

“Bagaimana anak-anak bisa fokus belajar jika mereka tidak cukup makan? Kalau fasilitas kesehatan tidak tersedia, siapa yang menangani darurat di sekolah? Ini bukan hal kecil, ini menyangkut keselamatan dan masa depan mereka,” lanjut Makmur.

Menurutnya, sekolah-sekolah di daerah terpencil sering kali menghadapi kendala ketika terjadi kasus kesehatan mendadak, sementara akses menuju puskesmas atau rumah sakit cukup jauh. 

Ia mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan sekolah agar tidak ada lagi siswa yang harus menunggu terlalu lama mendapatkan pertolongan. 

“Minimal harus ada fasilitas dan petugas dasar. Tidak perlu mewah, yang penting fungsional dan ada orang yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia meminta agar program makan bergizi untuk pelajar diperluas dan diawasi secara ketat, terutama di wilayah rawan stunting dan daerah transmigrasi. Ia menegaskan bahwa program pemerintah tidak boleh berhenti pada pembagian bantuan, tetapi harus benar-benar memastikan manfaatnya dirasakan oleh anak didik. 

“Program gizi itu penting. Jangan sampai hanya formalitas di atas kertas, sementara di lapangan tidak jalan,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, puskesmas, dan pemerintah desa dalam membangun sistem kesehatan anak yang terpadu. Menurutnya, sinergi tersebut akan memastikan bahwa setiap sekolah memiliki jejaring pertolongan pertama yang jelas.

“Ini tugas bersama. DPRD siap mendukung kebijakan, tapi pelaksanaannya harus konkret. Jangan lagi ada anak yang tidak tertolong hanya karena fasilitas minim,” ucap Hamas.

Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap kesehatan siswa adalah bentuk investasi jangka panjang yang tidak boleh dinegosiasikan. 

“Anak-anak kita adalah aset masa depan. Mereka harus belajar dalam kondisi sehat, kuat, dan mendapatkan lingkungan sekolah yang aman. Itu yang terus kami perjuangkan,” tutupnya.(Adv/DprdKaltim)

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #Ketua DPRD Kaltim #dprd kaltim #Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud