Pemerintah provinsi telah memperpanjang status Tanggap Darurat hingga 8 Desember 2025, sementara proses evakuasi dan pencarian korban terus berlangsung.
Hingga Kamis malam, 22 orang dilaporkan meninggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kabupaten/kota. BPBD menyebut angka korban masih mungkin bertambah karena sejumlah wilayah belum bisa dijangkau secara penuh.
Berdasarkan pemantauan BPBD kabupaten/kota dan laporan lapangan, berikut wilayah yang mengalami genangan paling signifikan:
1. Padang Pariaman bagian pesisir – sejumlah jorong terisolir dan akses jalan antar-kecamatan putus.
2. Kota Padang—koridor selatan dan timur – banjir merata di kawasan permukiman padat, sebagian jalan protokol tak bisa dilalui.
3. Lembah Anai dan sekitarnya (Tanah Datar) – air bah menutup jalur lintas Padang–Bukittinggi.
4. Agam bagian hulu – longsor dan banjir bandang membawa material kayu serta batu.
5. Pesisir Selatan sisi utara – debit sungai naik cepat, merendam ratusan rumah warga.
6. Kawasan danau di Kabupaten Solok – luapan sungai Batang Lembang dan Batang Gawan memengaruhi ribuan warga.
7. Pariaman tengah – drainase tak mampu menahan aliran dari daerah hulu.
8. Pasaman dan Pasaman Barat – banjir merendam permukiman dengan arus kuat di beberapa titik.
9. Limapuluh Kota bagian bawah – genangan tinggi dipicu kiriman air dari daerah perbukitan.
10. Bukittinggi dan Padang Panjang – banjir sporadis di titik-titik cekungan kota.
Situasi Terkini
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan pencarian korban dilakukan serentak oleh BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. “Ada kecenderungan jumlah korban bertambah. Kami tetap berharap tidak ada temuan baru,” ujarnya.
Di Kota Solok, lebih dari 3.300 warga terdampak akibat naiknya permukaan sungai. Ratusan rumah dilaporkan rusak atau terendam, sementara beberapa keluarga harus dievakuasi ke lokasi aman.
Kota Padang mengalami gangguan terparah pada infrastruktur. Data sementara mencatat lebih dari 80 bangunan rusak dan delapan instalasi PDAM tak berfungsi, membuat lebih dari 100 ribu pelanggan kehilangan suplai air bersih. Jalur transportasi di beberapa kecamatan juga terputus.
Peringatan Cuaca BMKG
BMKG Minangkabau menyatakan potensi hujan lebat masih akan terjadi setidaknya hingga 29 November. Kondisi atmosfer yang labil dipengaruhi bibit siklon tropis 95B serta IOD negatif, membuat pasokan uap air meningkat.
Editor : Uways Alqadrie