Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Premi Gratis dan Layanan Kelas III: Peserta BPJS Mandiri Bisa Beralih ke Gratispol

Bayu Rolles • Sabtu, 29 November 2025 | 07:00 WIB

Kepala Dinkes Kaltim, dr. jaya Mualimin. (Bayu/KP)
Kepala Dinkes Kaltim, dr. jaya Mualimin. (Bayu/KP)

KALTIMPOST.ID, Penerima layanan BPJS Kesehatan di Kaltim tak perlu lagi repot membawa kartu peserta. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyebut untuk berobat masyarakat Kaltim kini cukup membawa KTP-el ketika hendak berobat. 

“Sistem sudah dipadankan dengan BPJS Kesehatan. Cukup bawa KTP, data peserta otomatis muncul di HFIZ BPJS,” ucapnya beberapa waktu lalu. 

Pemprov kini punya program jaminan kesehatan premi gratis, yang bisa dimanfaatkan warga. Jika belum punya jaminan, terang dia, bisa mendaftar otomatis ketika berobat ke fasilitas kesehatan (faskes). Begitu pula dengan peserta yang preminya menunggak. 

Asal bersedia masuk jadi peserta di program ini, premi bulanannya bakal dibayarkan pemerintah. “Tidak perlu bayar dulu baru dapat pelayanan. Peserta langsung dapat layanan,” lanjutnya. 

Satu hal digarisbawahi Jaya, bagi yang preminya belum terbayar, tunggakan tersebut tak otomatis hilang. Hanya ditangguhkan selama mengikuti program ini. “Tidak dilunasi, hanya ditunda. Jika keluar dari program maka akan kembali ke awal,” terangnya. 

Faskes se-Kaltim yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, baik milik pemerintah atau swasta, wajib melayani masyarakat beridentitas Kaltim yang hendak berobat, cukup dengan membawa KTP-el saja. “Pasti diterima, tinggal dicek di sistem. Terdaftar, langsung dilayani,” katanya.

Peserta mandiri BPJS Kesehatan pun bisa ikut program premi gratis ini. Asalkan mau menerima layanan kelas III. “Karena program ini hanya berlaku untuk layanan kesehatan kelas III,” sebutnya. 

Evaluasi Pemprov menunjukkan, banyak warga berhenti membayar iuran karena kehilangan pekerjaan atau pendapatan menurun. Dan Gratispol hadir untuk menutup celah itu, agar tidak ada lagi warga yang berpikir dua kali sebelum berobat, hanya karena takut biayanya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki