Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Setelah Suami Pergi, Mila Bangkit untuk Jadi Tulang Punggung Tiga Anak

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 30 November 2025 | 15:15 WIB
BANGKIT: Setelah suami pergi, Mila memilih berjualan kecil-kecilan untuk menghidupi keluarga kecilnya.
BANGKIT: Setelah suami pergi, Mila memilih berjualan kecil-kecilan untuk menghidupi keluarga kecilnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Ketika suaminya tak lagi pulang sejak awal 2010-an, Mila, bukan nama sebenarnya, sadar ada yang harus berubah. Anak-anak terus tumbuh, sementara suami yang bekerja di sektor tambang justru jarang memberi nafkah.

“Sebulan kadang cuma dikasih Rp50 sampai Rp100 ribu. Padahal gajinya waktu itu lumayan,” kata Mila.

Tak sekadar menghilang, sang suami ternyata kembali menikah siri. Itu bukan yang pertama. “Setahu saya, dia sudah nikah siri lebih dari lima kali,” ungkapnya. Pernikahan paling lama terjadi ketika anak sulungnya yang kelahiran 1995 duduk di bangku SMA. Sejak itu, suami nyaris tak pernah kembali.

Dengan tiga anak menempel di pundaknya, Mila harus memilih, terus menunggu atau mulai menghidupi keluarganya sendiri. Dia memilih bangkit. Berjualan kecil-kecilan menjadi langkah awalnya menjadi tulang punggung keluarga. “Kerja sendiri, single parent. Yang penting anak-anak tetap sekolah,” tuturnya.

Anak-anak pun tumbuh dengan kesadaran tentang perjuangan ibu mereka. Luka pengkhianatan dan kekerasan yang dialami Mila membuatnya hanya punya satu pesan tegas untuk anak perempuannya. “Saya sampai bilang jangan nikah sama laki-laki yang satu suku dengan bapaknya. Trauma saya terlalu dalam,” ucapnya.

Pada 2015, Mila resmi mengakhiri pernikahan yang penuh kekerasan baik mental maupun fisik itu melalui jalur cerai. Sidang berjalan cepat karena suaminya tak hadir. Usai putusan, kehidupan baru dimulai. Tanpa nafkah layak, tanpa kehadiran ayah untuk anak-anak. Tapi Mila memilih melanjutkan hidup dengan kepala tegak.

Kini, dia tetap bekerja. Anak pertama dan keduanya sudah berkeluarga. Anak bungsunya masih duduk di bangku kelas dua SMA. "Saya menikah lagi, ada laki-laki tulus. Menikah 2018 lalu. Sekarang saya tetap lanjutkan usaha dagang, suami saya garap kebun," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#tulang punggung #suami #keluarga #kekerasan #Pergi