KALTIMPOST.ID-Pengurus Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Kaltim Mahendra Putra Kurnia menyebut, bagaimana pun arah kebijakan terkait menyikapi pemangkasan anggaran harus diketahui masyarakat.
Karena, kata dia, masyarakat merupakan elemen paling penting dalam transparansi atas informasi terkait pemangkasan TKD.
Di sisi lain dirinya menekankan komitmen IKA UB Kaltim dalam berkontribusi untuk Kaltim melalui pendekatan teknokratik.
“Teknokratik juga menjadi kunci penting selain pendekatan politik dan advokasi dalam menghadapi situasi Kaltim saat ini,” ungkap Mahendra.
Adapun Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan UWGM Samarinda Akhmad Sopian menyoroti bagaimana Kaltim di tengah pemangkasan TKD bisa tetap progresif.
Di tengah tekanan fiskal, perlu intervensi kebijakan yang konkret dan terarah untuk menjaga pembangunan tetap berjalan.
“Kami percaya, akan lahir gagasan yang relevan terhadap situasi yang dihadapi Kaltim saat ini. Apalagi Kaltim berhadapan dengan segera beroperasionalnya IKN (Ibu Kota Nusantara),” ungkap Sopian.
Di sisi lain, dirinya meyakini kebijakan pemangkasan TKD ini lahir dari adanya kepentingan pusat terhadap program-program yang menjadi visi misi Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Banyak kepentingan politik dalam pemotongan TKD ini. Salah satunya untuk MBG. Anggaran MBG yang besar dan menguras anggaran ini perlu dievaluasi,” sebutnya. (rd)
Editor : Romdani.