KALTIMPOST.ID,JAKARTA -Sebanyak 173 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara (Sumut) dan 52 SPPG di Aceh menyiarkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Pengalihan ini dilakukan setelah ditutupnya sekolah-sekolah yang merupakan sasaran utama program MBG.
Kepala Kantor Daerah Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, KR Agung Kurniawan, mengizinkan adanya transmisi ini.
Baca Juga: Belasungkawa Internasional, Presiden Putin Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana Banjir Sumatera
“Kami melaporkan bahwasanya ada transmisi penerima manfaat dikarenakan bencana alam berupa banjir, sehingga wilayah yang terdampak, sekolah diliburkan dan diteruskan ke masyarakat terdampak,” jelas Agung Kurniawan dalam keterangan pers, Minggu (30/11/2025).
Hingga Sabtu, 29 November 2025, total 341.765 paket MBG telah disalurkan kepada warga terdampak bencana di Sumut.
Jejaring Bantuan di Sumatera Utara
Sepuluh SPPG yang berfungsi sebagai dapur umum MBG tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Sumut. Jangkauan distribusinya meliputi:
Kota Medan (51 dapur)
Kabupaten Serdang Bedagai (28 dapur)
Kabupaten Deli Serdang (27 dapur)
Kota Tebing Tinggi (13 dapur)
Kabupaten Langkat (11 dapur)
Kota Binjai (9 dapur)
Kabupaten Asahan (13 dapur)
Kota Tarutung (5 dapur)
Kota Padangsidimpuan (4 dapur)
Kota Sibolga (3 dapur)
Kabupaten Tapanuli Selatan (3 dapur)
Kabupaten Mandailing Natal (6 dapur)
Bantuan Merata di Aceh, Jaringan Terputus Jadi Kendala
Kepala Daerah BGN Aceh, Mustafa Kamal, melaporkan bahwa 52 SPPG di 11 kabupaten/kota di Aceh telah mendistribusikan total 185.049 paket MBG kepada korban banjir hingga Sabtu pukul 12:35 WIB.
Baca Juga: Cekcok Berujung Maut, Pria Tewas Ditusuk Anak Korban Akibat Kebiasaan Buang Air Kecil Sembarangan
“Total paket MBG yang didistribusikan pada tanggal 26, 27, dan 28 November ini kepada korban banjir sebanyak 185.049 ribu paket MBG,” terang Mustafa.
Rincian penyaluran paket MBG di Aceh mencakup jumlah terbanyak di Kabupaten Bireun (101.817 paket), diikuti oleh Subulussalam (8.115 paket), Kabupaten Aceh Utara (7.949 paket), Lhokseumawe (7.700 paket), Kabupaten Pidie (3.202 paket), dan Kabupaten Aceh Tengah (772 paket).
Namun, Mustafa mengakui bahwa sejumlah daerah masih belum terjangkau bantuan MBG karena jaringan transportasi yang terputus total. Daerah yang masih terlindungi antara lain: Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah.
Fokus Pemerintah: Pemulihan Jaringan dan Komunikasi
Pengalihan fungsi dapur MBG di wilayah terdampak (Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat) menjadi fokus BGN karena sekolah penerima manfaat diliburkan akibat bencana.
Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, dan kementerian/lembaga terkait terus berkoordinasi untuk mengirimkan logistik dan bantuan. Salah satu fokus utama adalah mempercepat pemulihan jalur transportasi dan komunikasi.
Presiden Prabowo Subianto bahkan dilaporkan telah mengirimkan puluhan perangkat Starlink dan generator set ( genset ) untuk dipasang di lokasi bencana guna membantu kelancaran komunikasi dan upaya tanggap darurat. (*)
Editor : Uways Alqadrie