KALTIMPOST.ID, Paus Leo XIV memulai kunjungan apostolik pertamanya ke Turki pada 29 November 2025 dengan misi jelas: memperkuat dialog antaragama, mendorong toleransi, dan mempererat hubungan dengan komunitas Kristen lokal.
Kunjungan ini dianggap sebagai langkah penting dalam diplomasi keagamaan internasional, di mana Paus bertemu pejabat pemerintah, pemimpin komunitas Kristen, dan tokoh lintas agama.
Tujuannya adalah menyampaikan pesan perdamaian dan kerja sama antarumat beragama di tengah dunia yang semakin plural.
Salah satu momen paling sorotan adalah saat Paus mengunjungi Masjid Sultanahmet, atau Masjid Biru.
Untuk menghormati tradisi Islam, ia melepas sepatu dan memasuki ruang ibadah hanya dengan kaus kaki.
Baca Juga: APBD Paser 2026 Disahkan Rp 3,9 Triliun, Wakil Bupati Ingatkan Optimalkan Pendapatan Daerah
Meski ditawari untuk berdoa, Paus menolak dengan sopan, menegaskan bahwa kunjungan ini adalah untuk refleksi dan memahami warisan budaya serta spiritual Turki, bukan untuk ikut ritual ibadah.
Juru bicara Vatikan menekankan bahwa kunjungan ini menjadi simbol toleransi, persatuan, dan dialog antaragama, sekaligus mengingatkan dunia akan pentingnya saling menghargai perbedaan keyakinan.
Selain Istanbul, Paus Leo XIV juga mengunjungi komunitas Kristen lokal dan mengadakan sesi dialog lintas agama di kota-kota lain, menegaskan pesan kerja sama dan perdamaian.
Media internasional menyoroti kunjungan ini sebagai momen penting dalam diplomasi keagamaan, yang menunjukkan bahwa agama bisa menjadi jembatan untuk membangun dunia yang lebih damai.
Baca Juga: Popda Kaltim Berakhir: Paser Finish di Peringkat Delapan
Vatikan menyebut kunjungan Paus ke Turki sebagai “langkah nyata untuk mendorong toleransi dan persatuan global.” ***
Editor : Dwi Puspitarini