KALTIMPOST.ID-Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji menegaskan Kalimantan adalah tanah penuh berkah.
Pulau ini memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. Mulai batu bara, emas, migas, mangan hingga pasir kuarsa.
Namun, di balik keberlimpahan itu tersimpan pula potensi ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.
Seno menilai kehadiran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bisa menjadi garda terdepan penjaga persatuan dan stabilitas di Pulau Kalimantan.
Pernyataan itu dia sampaikan saat membuka Silaturahmi Regional Lintas Tokoh FPK se-Kalimantan di Balikpapan, Kamis (27/11).
“Dengan adanya FPK, saya berharap kesatuan dan persatuan bangsa di Kalimantan terjalin dengan baik. Berbeda-beda tapi tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Seno.
Wagub meyakini derasnya arus investasi akan terus mengalir ke Kalimantan. Namun, suasana kondusif adalah kunci.
Karena itu, FPK dinilai punya peran strategis untuk membaca potensi ancaman dan mendiskusikannya bersama pemerintah, TNI, dan Polri.
Ia mencontohkan pengalaman di Penajam Paser Utara (PPU) dan Tarakan beberapa tahun lalu.
Potensi perpecahan sempat muncul, namun cepat diredam berkat kolaborasi seluruh pihak. “Insyaallah tidak akan ada kekacauan selama kita saling berkomunikasi dengan baik dan cepat meredam isu yang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan sosial dan politik, Wagub menyoroti ancaman narkoba yang masuk melalui jalur-jalur tikus dari wilayah Kalimantan Utara.
Ia menyebut narkoba sebagai bahaya serius bagi masa depan generasi emas Kalimantan. “Itu memerlukan perhatian khusus dari FPK. Laporkan jika ada indikasi masuknya narkoba dari perbatasan,” pesan Seno.
Mengikuti derasnya arus digitalisasi, Wagub turut mengingatkan ancaman lain yang tak kalah berbahaya. Yakni kecanduan game online dan paparan negatif media sosial bagi anak-anak.
“Saya minta para orangtua mengedukasi dan membatasi penggunaan handphone anak-anak. Game online sangat merusak pertumbuhan mereka,” tegasnya.
Wagub menyerukan pentingnya kekompakan lima provinsi di Pulau Kalimantan. Kaltim, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltara agar tetap solid dan menjadi teladan bagi Indonesia.
“Kita berbangsa bukan untuk satu tahun atau satu windu, tapi untuk selama-lamanya. Itu spirit yang harus kita jaga,” tutupnya. (adv diskominfo Kaltim/rd)
Editor : Romdani.