Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Seperti Tsunami Kedua, Empat Kampung di Aceh Hilang Disapu Banjir! Mualem Menangis di Hadapan Tim Penyelamat

Uways Alqadrie • Senin, 1 Desember 2025 | 15:13 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf
Gubernur Aceh Muzakir Manaf
KALTIMPOST.ID, BANDA ACEH – Suasana hening apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, ketika Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, berdiri di hadapan para petugas. 

Suaranya bergetar saat ia menggambarkan betapa dahsyatnya banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada Sabtu, 29 November lalu. “Aceh seperti mengalami tsunami untuk kedua kalinya,” ujarnya, sebelum akhirnya menunduk dan menahan tangis.

Bencana yang memicu curah hujan ekstrem itu meratakan sejumlah titik organisasi di Aceh Utara. Empat kampung—di antaranya Sawang dan Jambo Aye di Aceh Utara serta kawasan Peusangan di Bireuen—dinyatakan hilang tanpa jejak. 

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Non Subsidi 1 Desember 2025 di Seluruh Indonesia, Cek Provinsimu!

Rumah-rumah hayut, jalan terputus, sebagian wilayah berubah seperti sungai besar yang membawa lumpur dan gelondongan kayu.

Sejak akhir pekan, ribuan warga masih bergantung pada pasokan makanan dan obat-obatan melalui jalur udara. Banyak akses darat yang sebelumnya menjadi nadi transportasi justru berubah menjadi kubangan lumpur. 

Di beberapa lokasi, jembatan ambruk terseret arus, membuat desa-desa di pedalaman Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang terlindungi total.

Pemerintah provinsi menempatkan pembukaan konektivitas darat sebagai agenda darurat. Pembangunan jembatan Bailey di lintasan Bireuen–Aceh Utara dikerjakan siang-malam. 

Sekda Aceh M. Nasir menargetkan struktur sementara itu bisa dilalui dalam tiga hari sehingga arus bantuan dapat mengalir tanpa harus bergantung helikopter.

Sementara itu, laporan BNPB per Senin, 1 Desember menyebutkan jumlah korban jiwa telah mencapai 96 orang. Angka tersebut diperkirakan bertambah karena proses identifikasi di lapangan masih berlangsung. 

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Hanya Tersisa 3 Hari Lagi, Buruan Daftar Petugas Kesehatan Haji 2026, Cek Jadwalnya

Petugas gabungan pun masih menyisir sungai dan lereng bukit untuk mencari korban yang tersapu arus banjir.

Meski kondisi lapangan penuh keterbatasan, Mualem menegaskan bahwa penanganannya tidak boleh tersendat. 

“Tidak boleh ada jeda kemanusiaan,”, meminta semua unsur pemerintah bergerak cepat katanya. Ia juga mengatur agar desa-desa yang terputus aksesnya menjadi prioritas distribusi logistik, mengingat banyak warga bertahan hanya dengan persediaan seadanya.

Baca Juga: KPK Sita Senpi dan Dokumen dari Tersangka Korupsi Ponorogo

Upaya pemulihan Aceh diperkirakan memakan waktu lama. Selain merusak infrastruktur, banjir dan longsor juga menyebabkan kerusakan ekologi di berbagai daerah aliran sungai. 

Pemerintah pusat disebut mulai menyiapkan koordinasi lintas urusan untuk mempercepat penanganan darurat dan memetakan kebutuhan jangka panjang.

Editor : Uways Alqadrie
#banjir bandang aceh #gubernur aceh menangis #Gubernur Aceh Muzakir Manaf #banjir bandang Sumatera Barat #banjir bandang Sumatera Utara