Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Data BNPB 1 Desember 2025: 1,5 Juta Warga Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor, 604 Meninggal dan 570 Ribu Orang Mengungsi

Uways Alqadrie • Senin, 1 Desember 2025 | 19:13 WIB

Rumah-rumah di bantaran sungai runtuh satu per satu ketika banjir besar menerjang kawasan permukiman di Sumatera Barat, menyisakan puing dan genangan lumpur tebal. (Foto CNBC)
Rumah-rumah di bantaran sungai runtuh satu per satu ketika banjir besar menerjang kawasan permukiman di Sumatera Barat, menyisakan puing dan genangan lumpur tebal. (Foto CNBC)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Laporan duka dari Sumatera kembali menguat. Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selama beberapa hari terakhir meninggalkan jejak kerusakan yang kian melebar. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data pada Senin petang, 1 Desember 2025, menunjukkan jumlah korban meninggal kini telah menembus 604 orang.

Pembaruan tersebut dimuat melalui sistem informasi Pusdatin BNPB. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, menegaskan bahwa angka yang muncul merupakan rangkuman terbaru dari posko-posko lapangan yang terus bekerja sepanjang hari. 

“Data yang tampil adalah data paling mutakhir,” ujarnya kepada wartawan.

Di luar korban jiwa, BNPB juga mencatat 464 orang masih hilang. Tim pencarian dan pertolongan terus menelusuri desa-desa yang tersapu banjir, lembah yang berubah menjadi kubangan lumpur, serta aliran sungai yang meluap hingga menyeret pemukiman. 

Sementara itu, 2.600 orang mengalami luka, sebagian di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit daerah yang penuh sesak.

Dampak bencana ini turut menghantam kehidupan jutaan warga. Sedikitnya 1,5 juta orang terdampak, dengan 570 ribu di antaranya harus mengungsi. 

Berbagai titik pengungsian—dari sekolah, masjid, hingga gedung pemerintah—berdiri darurat untuk menampung warga yang kehilangan rumah ataupun akses dasar.

Kerusakan infrastruktur tak kalah memprihatinkan. BNPB melaporkan 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rusak sedang, dan 20.500 rusak ringan. 

Sebanyak 271 jembatan putus atau tak lagi dapat difungsikan, sementara 282 fasilitas pendidikan ikut terdampak. Koordinasi perbaikan awal kini diprioritaskan agar akses logistik dan evakuasi tak terhambat.

Distribusi korban jiwa menunjukkan skala tragedi yang merata di tiga provinsi. Aceh mencatat 156 korban meninggal, disusul 165 orang di Sumatera Barat, dan 283 jiwa di Sumatera Utara—angka tertinggi sejauh ini. Pemerintah daerah masing-masing masih memverifikasi laporan warga yang kehilangan anggota keluarga.

Sementara itu, BMKG menyebut hujan ekstrem yang memicu banjir bandang kali ini mencapai level tak lazim: intensitas curah hujan satu bulan di beberapa wilayah tercurah hanya dalam waktu satu hari.

Kombinasi curah hujan ekstrem, kondisi tanah jenuh air, dan alih fungsi lahan disebut menjadi faktor yang memperburuk skala bencana.

Di tengah duka yang meluas, pemerintah pusat dan daerah terus menambah personel evakuasi, mempercepat distribusi bantuan, dan memulihkan jalur darat yang putus. 

Namun, bagi banyak keluarga yang masih mencari anggota keluarganya, waktu terus berjalan perlahan dalam ketidakpastian.

Rangkuman Data Bencana Sumatera (BNPB, 1 Desember 2025 – Pukul 18.24 WIB):

Korban Jiwa dan Kondisi Warga

604 orang meninggal

464 orang hilang

2.600 orang luka

1,5 juta warga terdampak

570.000 pengungsi

Rincian per Provinsi

Aceh

Meninggal: 156 orang

Hilang: 181 orang

Luka: 1.800 orang

Sumatera Barat

Meninggal: 165 orang

Hilang: 114 orang

Luka: 112 orang

Sumatera Utara

Meninggal: 283 orang

Hilang: 169 orang

Luka: 613 orang

Kerusakan Infrastruktur

3.500 rumah rusak berat

4.100 rumah rusak sedang

20.500 rumah rusak ringan

271 jembatan rusak

282 fasilitas pendidikan rusak

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#banjir bandang aceh #korban banjir bandang agam #korban banjir bandang #bnpb #banjir bandang Sumatera Barat #banjir bandang Sumatera Utara