Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Sumatra Bawa Tsunami Kayu Gelondongan, Menhut Raja Juli Didesak Beri Penjelasan

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 2 Desember 2025 | 13:59 WIB

Lautan kayu gelondongan di pinggir pantai Sibolga usai banjir bandang. (Foto; Tangkapan Layar)
Lautan kayu gelondongan di pinggir pantai Sibolga usai banjir bandang. (Foto; Tangkapan Layar)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB Daniel Johan menilai fenomena tumpukan kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang di wilayah Sumatra tidak dapat dianggap sebagai peristiwa alam semata.

Ia mendesak pemerintah membuka secara transparan rekam jejak perizinan kehutanan guna mengungkap asal-usul kayu tersebut.

Menurut Daniel, kondisi kayu yang ditemukan setelah banjir Sumatra tidak logis bila disebut akibat tumbang alami. “Kayu itu hanyut tanpa akar, ranting, daun, bahkan kulit.

Baca Juga: Pengamanan Intensif Polres PPU Sukses Jaga Upacara Hari Guru, Aman dan Khidmat

Tidak mungkin terjadi secara alami dan massal. Pasti ada faktor manusia,” ujar Daniel saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Ia meminta Kementerian Kehutanan bersama aparat penegak hukum melakukan penyelidikan mendalam dengan melibatkan masyarakat setempat yang memahami kondisi lapangan.

Komisi IV DPR, kata Daniel, berencana memanggil Menteri Kehutanan untuk membahas akar persoalan bencana di Sumatra dan Aceh, termasuk dugaan kerusakan kawasan hutan. “Selain faktor alam, terlihat adanya masalah serius pada tata kelola hutan yang turut memicu banjir,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh Dugaan Penculikan di Penajam, Polres PPU Bergerak Kilat Pelajar 12 Tahun Ditemukan

DPR juga akan meminta data perizinan pembukaan hutan 10 tahun terakhir serta peta perubahan kawasan hutan selama dua dekade. Data tersebut dinilai penting untuk menelusuri sumber kayu gelondongan yang terbawa arus.

“Kita ingin tahu asal-usul kayu itu sebenarnya dari mana. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang. Hutan harus dijaga supaya alam bisa melindungi kita,” tutup Daniel.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Menhut Raja Juli #sibolga #dpr #Banjir Sumatra 2025