Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Warga Aceh Tamiang Selamat dari Banjir Bandang setelah 5 Hari di Atap Bangunan Saat Banjir Besar

Uways Alqadrie • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:25 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, BANDA ACEH- Aceh Tamiang memasuki pekan kelabu sejak banjir bandang merendam hampir seluruh wilayah kabupaten itu. 

Dua belas kecamatan di daerah tersebut lumpuh total: jalan raya hilang ditelan arus, jaringan listrik padam, dan sinyal telekomunikasi putus. 

Di titik-titik terjebak, warga hanya mengandalkan suara teriakan untuk memastikan satu sama lain masih selamat.

Salah satu kisah paling dramatis datang dari Kampung Dalam, Karang Baru. Wahyu Pratama, warga setempat, mengingat awal bencana itu terjadi menjelang Magrib, Rabu, 26 November. 

Dalam rentang satu setengah jam, air naik tak wajar—menjulang setinggi tiang listrik, menelan rumah dan barang-barang tanpa ampun. “Kami tak punya waktu menyelamatkan apapun,” kata Wahyu.

Wahyu bersama sekitar lima puluh warga lain akhirnya menyelamatkan diri ke sebuah bangunan tinggi. Di sanalah mereka bertahan lima hari tanpa bantuan. 

Untuk mencari makanan, mereka mengikat tubuh ke tiang beton agar tak terseret arus, lalu berenang mencari apa pun yang hanyut: kelapa, pisang, bahkan sekantong beras basah yang langsung mereka masak seadanya. “Satu sendok per orang, terutama untuk anak-anak,” ujarnya.

Air baru surut pada malam keenam. Bantuan baru tiba menyusul setelah itu, salah satunya yang dibawa Muzakir Manaf pada Rabu malam, 3 Desember. 

Wahyu menyebut bencana kali ini terasa seperti tsunami yang menerbangkan kehidupan di kampungnya. “Yang tersisa mungkin hanya dua puluh persen. Sisanya hancur,” katanya.

 

 

---

Editor : Uways Alqadrie
#banjir bandang aceh #sumatera barat #aceh #basarnas #tsunami aceh #banjir bandang Sumatera Barat #banjir bandang Sumatera Utara