Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan aset daerah dan alur Sungai Mahakam yang setiap hari dilintasi komoditas bernilai besar.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa optimalisasi PAD harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.
“PAD kita memang cukup tinggi dibanding daerah lain, tapi menurut saya masih belum optimal,” ujarnya, belum lama ini.
Ananda menyoroti khusus Sungai Mahakam yang selama ini menjadi jalur utama keluar-masuknya berbagai komoditas bernilai triliunan rupiah. Namun ia menyebut bahwa potensi PAD dari sektor ini belum terserap maksimal.
“Kita punya aset yang panjang dan lebar itu kan Sungai Mahakam, alurnya setiap hari bolak-balik komoditinya bisa sampai triliunan. Harusnya Kalimantan Timur dapat apa dari situ” tegasnya, Selasa (02/12/2025).
Ia mengakui pengelolaan alur sungai sebagian besar masih menjadi kewenangan pusat dan juga dikelola pihak swasta. Namun Ananda menilai pemerintah provinsi tetap bisa meningkatkan perannya.
“Infonya masih banyak dikelola oleh swasta. Nah, ini yang harus kita maksimalkan untuk provinsi Kalimantan Timur-nya dapat apa,” ujarnya.
DPRD pun telah mengadakan rapat bersama sejumlah instansi terkait seperti KSOP, Pelindo, BWS, MBS, dan Komisi II untuk mendorong peningkatan pemanfaatan sungai sebagai sumber PAD.
“Kita minta rekan-rekan yang berkepentingan itu bisa lebih memaksimalkan lagi potensi alur Sungai Mahakam untuk PAD kita. Harusnya bisa besar,” kata Ananda.
Menurutnya, bila potensi PAD terealisasi maksimal, seluruh layanan publik dapat ditingkatkan.
“Harusnya semua bisa gratis sekolah, gratis berobat, infrastruktur tidak ada kekurangan. Kita punya aset luar biasa,” pungkasnya.(Adv/DprdKaltim)
Editor : Uways Alqadrie