KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Setelah kunjungan kerja teknis Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada awal pekan, sebuah berita yang lebih signifikan mengenai masa depan Batam mulai terungkap.
Mouris Limanto, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, mengungkapkan bahwa BP Batam sedang merancang sebuah inisiatif ambisius pengembangan kota baru di Teluk Tering, Batam Center, sebuah lokasi strategis di pusat kota Batam.
Mouris menyebutkan bahwa rancangan kota baru ini bahkan mengusung konsep yang lebih modern dan canggih dibandingkan IKN. Meskipun demikian, rincian detailnya masih dirahasiakan dan menunggu persetujuan resmi dari pimpinan BP Batam sebelum dapat diumumkan kepada publik.
“Kami sudah selesai merancang kota baru di Teluk Tering. Konsep yang kami bawa bahkan melampaui IKN. Namun, prosesnya masih bersifat internal. Kami baru akan mempublikasikannya setelah mendapat lampu hijau dari pimpinan,” ujar Mouris beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tol Balsam-IKN Fungsional Saat Nataru! Catat Tanggalnya: 20 Desember - 6 Januari
Kota baru ini direncanakan sebagai model tata kota modern untuk Batam, yang menonjolkan utilitas terpadu, efisiensi pergerakan, serta tata ruang publik dan hunian yang lebih terstruktur dan padat. Realisasi proyek berskala besar ini akan sangat bergantung pada keputusan Kepala BP Batam dan ketertarikan serius dari investor.
BRT dan MUT Siap Dimulai pada 2026
Selain rencana kota baru, tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun krusial untuk dimulainya dua proyek infrastruktur transformatif bagi Batam: Bus Rapid Transit (BRT) dan Manhole Utility Tunnel (MUT).
Proyek BRT Batam telah menyelesaikan studi kelayakan sejak tahun 2021 dan sudah termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Saat ini, BP Batam sedang aktif menjalin komunikasi dengan calon investor, termasuk dari Jepang, untuk mendapatkan pendanaan melalui skema kerja sama yang tidak membebani utang baru. Konstruksi awal BRT ditargetkan dimulai pada tahun 2026 jika semua proses negosiasi berjalan lancar.
Secara paralel, BP Batam juga memajukan pembangunan MUT, sebuah terowongan utilitas terintegrasi di bawah tanah. Sistem ini dirancang untuk menampung seluruh jaringan vital, seperti air, listrik, dan telekomunikasi, dalam satu koridor.
Pembangunan MUT akan menjadi landasan baru bagi pengelolaan infrastruktur perkotaan Batam, menjadikannya lebih aman, efisien, dan siap menghadapi pesatnya ekspansi kawasan industri.
Dampak Jangka Panjang
Mouris Limanto mengakui bahwa hasil nyata dari kedua proyek besar ini mungkin tidak akan langsung terasa selama masa jabatan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
“Dampak positifnya mungkin baru akan dinikmati setelah masa jabatan Pak Amsakar dan Bu Li selesai. Akan tetapi, pengaruhnya akan sangat besar dan menentukan arah Batam untuk 20 hingga 30 tahun ke depan,” jelasnya.
Menurut Mouris, keputusan untuk memulai pembangunan infrastruktur ini pada 2026 adalah investasi strategis yang akan menggariskan transformasi Batam dari kota industri yang tumbuh pesat, menjadi kota modern dengan standar global.(*)
Editor : Thomas Priyandoko