Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Pilrek 2026, BEM Unmul Ingatkan Risiko Transformasi Kampus

Eko Pralistio • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:40 WIB

Gedung Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda. Kampus terbesar di Kaltim ini bersiap memasuki fase penting pemilihan rektor periode 2026–2030, pertengahan tahun depan. (RAMA/KP)
Gedung Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda. Kampus terbesar di Kaltim ini bersiap memasuki fase penting pemilihan rektor periode 2026–2030, pertengahan tahun depan. (RAMA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Menjelang pemilihan rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda 2026, arah kepemimpinan kampus kembali menjadi sorotan. Di tengah berbagai capaian yang dinilai progresif, kandidat rektor selanjutnya dinilai masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial yang harus dijawab secara realistis dan berkelanjutan.

Ketua BEM KMS Unmul, Muhammad Ilham Maulana, menilai sejumlah agenda besar kampus perlu dikawal lebih ketat agar tidak berhenti sebatas wacana dan dokumen perencanaan. Menurut Ilham, salah satu tantangan utama terletak pada kesenjangan antara ambisi besar dan kapasitas implementasi di lapangan.

Dirinya menyinggung rencana pemanfaatan hibah Rp 2 triliun untuk transformasi kampus, termasuk integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang meski menjanjikan juga menyimpan risiko serius jika tata kelolanya lemah.

“Modal besar tidak otomatis menjamin hasil besar. Banyak proyek kampus di Indonesia tersendat karena birokrasi, distribusi anggaran yang tidak efektif, hingga keterbatasan sumber daya manusia,” kata Ilham, Minggu (14/12).

Baca Juga: Perubahan Komposisi Senat Warnai Pilrek Unmul 2026, Pascasarjana Kembali Punya Hak Suara

Ilham mempertanyakan kesiapan Unmul dalam hal manajemen proyek, kapasitas teknis, SDM teknologi informasi, hingga peta jalan (roadmap) implementasi yang realistis. Tanpa itu, ambisi transformasi digital berisiko berhenti di tahap anggaran, tanpa dampak nyata bagi sivitas akademika.

Integrasi AI, lanjut Ilham, juga menyentuh banyak sektor sekaligus, mulai dari administrasi, akademik, riset, hingga layanan mahasiswa. Tanpa koordinasi dan pengawasan ketat, transformasi justru bisa menciptakan fragmentasi antarfakultas.

“Bisa terjadi ketimpangan. Ada fakultas yang melaju cepat karena akses teknologi dan SDM, sementara yang lain tertinggal,” ujarnya. Selain transformasi digital, Ilham menyinggung kualitas akademik dan riset yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Dia menilai peningkatan jumlah publikasi harus diiringi dengan jaminan mutu, relevansi riset terhadap konteks lokal dan regional, serta kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

“Riset jangan hanya mengejar angka. Harus ada keberlanjutan, relevansi, dan kontribusi nyata,” katanya. Nah, pihaknya mengingatkan pemanfaatan AI dalam riset dan perkuliahan perlu disertai pelatihan, etika akademik, dan infrastruktur pendukung. Tanpa itu, risiko penyalahgunaan teknologi atau ketergantungan berlebihan justru bisa menggerus kualitas pendidikan.

Baca Juga: Jelang Pemilihan Rektor Unmul 2026: Peluang Petahana, Kuda Hitam, dan Peta Koalisi Fakultas

Ilham mengakui, arah kepemimpinan yang selama ini dibangun, termasuk peningkatan akreditasi, digitalisasi kampus, komitmen akses pendidikan, serta dorongan riset dan inovasi, merupakan fondasi penting yang belum tentu konsisten dilakukan oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, Ilham menegaskan, ambisi besar selalu beriringan dengan risiko besar. Tanpa tata kelola yang transparan, penguatan kapasitas SDM, dan keberpihakan pada konteks lokal, transformasi kampus berpotensi berhenti sebagai konsep “kampus pintar” di atas kertas.

“Harapan kami, rektor ke depan, baik kelanjutan kepemimpinan saat ini maupun figur baru, mampu menjaga kaki tetap berpijak di bumi. Visi besar harus diwujudkan tanpa melupakan lingkungan sekitar, tanggung jawab sosial, dan keadilan bagi seluruh sivitas akademika serta masyarakat lokal,” pungkas Ilham. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#UNMUL #pemilihan rektor (pilrek) #Universitas Mulawarman #Bem Unmul