KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah tekanan ekonomi global, Bank Indonesia tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan stimulus fiskal dan penguatan permintaan domestik, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh stabil pada 2025 dan meningkat pada 2026.
Dikatakan Kepala KPw BI Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,70-5,50 persen (year-on-year/yoy) dan akan menguat pada tahun berikutnya.
“Melalui dukungan stimulus fiskal serta konsumsi rumah tangga yang masih dapat didorong untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap tumbuh di titik tengah kisaran 4,70-5,50 persen dan akan meningkat di 2026,” ujarnya.
Baca Juga: Aset Asuransi Tembus Rp1.192 Triliun, OJK Ungkap Ketahanan di Tengah Tekanan Global
Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat lebih tinggi seiring implementasi proyek prioritas nasional dan paket kebijakan ekonomi 2025. Pihaknya juga memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian.
Optimisme tersebut tercermin dari membaiknya indikator permintaan domestik. Indeks ekspektasi konsumen tercatat meningkat dari 129,62 pada Juli 2025 menjadi 133,35 di Oktober 2025.
Selain itu, Prompt Manufacturing Index (PMI) pada triwulan IV 2025 diprakirakan tetap berada di zona ekspansif sebesar 51,36 persen, meski sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Kaltim Turun Imbas CPO di Periode Awal Desember
“Dengan melihat prospek tersebut, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi nasional di 2025 tetap tumbuh positif pada kisaran 4,70-5,50 persen,” kata Budi.
Untuk keseluruhan pada 2026, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi nasional masih dapat tumbuh lebih tinggi di kisaran 4,90-5,70 persen (yoy), seiring penguatan permintaan domestik dan berlanjutnya stimulus kebijakan.(*/riz)
Editor : Muhammad Rizki