Sekda Kaltim Sri Wahyuni mengatakan relawan yang diberangkatkan akan memperkuat petugas yang lebih dulu berada di lokasi bencana. Mereka akan bertugas di posko penanganan serta mendukung berbagai kebutuhan darurat masyarakat terdampak.
“Relawan yang berangkat hari ini terdiri dari tim penyelamatan, tenaga kesehatan, dan Taruna Siaga Bencana,” kata Sri Wahyuni.
Ia menjelaskan, setiap tim telah dibekali pembagian tugas yang jelas serta mekanisme koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Tim kesehatan akan fokus pada layanan medis, tim penyelamatan bergabung dalam proses evakuasi, sementara Tagana membantu operasional dapur umum sesuai kebutuhan lapangan.
Pendanaan pengiriman relawan ini bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur. Selain mengirim personel, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan tunai ke tiga daerah terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sri Wahyuni meminta para relawan menjaga disiplin, keselamatan, dan koordinasi selama bertugas.
Ia menekankan bahwa misi yang dijalankan merupakan tugas kemanusiaan yang menuntut profesionalisme dan empati. “Bekerjalah dengan niat membantu sesama. Jaga nama baik Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ketua Tim Relawan Kaltim Peduli Sugeng Riyanto mengatakan seluruh personel yang diberangkatkan telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana. Sebagian di antaranya pernah terlibat dalam misi kemanusiaan di Palu dan sejumlah daerah lain.
“Kami siap bekerja di lapangan dan menyesuaikan kebutuhan yang ada di Aceh Tamiang,” kata Sugeng.
Sebanyak 37 relawan tersebut terdiri dari tenaga medis, personel Tagana, tim penyelamatan, staf administrasi, serta petugas media dan pelaporan. Mereka direncanakan bertugas selama sekitar sepuluh hari, bergantung pada perkembangan situasi di lokasi bencana.
Editor : Uways Alqadrie