Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Armada Pesawat Terbatas, Pemulihan Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Tertahan Meski Nataru Ramai

Muhammad Ridhuan • Minggu, 21 Desember 2025 | 07:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KALTIMPOST.ID-Di tengah meningkatnya aktivitas penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemulihan jumlah penumpang penerbangan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan masih belum sepenuhnya optimal.

Kendala utama yang dihadapi bukan pada kesiapan bandara, melainkan keterbatasan armada pesawat milik maskapai.

Namun, selain dari sisi ketersediaan penerbangan, pertumbuhan penumpang juga masih tertahan. CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Farid Indra Nugraha mengungkapkan penambahan penerbangan sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap jumlah penumpang.

“Penambahannya hanya sekitar satu persen dari sisi penumpang. Saat ini tambahan penerbangan hanya berasal dari satu maskapai, yakni Garuda Indonesia, dengan dua extra flight,” ujar Farid, Senin (15/12).

Ia menjelaskan, keterbatasan armada menjadi faktor utama yang membatasi peningkatan kapasitas.

Sejumlah pesawat, baik milik Garuda Indonesia maupun Citilink, masih dalam proses perbaikan setelah sempat grounded.

Sehingga maskapai belum leluasa menambah frekuensi penerbangan meski permintaan mulai menunjukkan tren naik.

“Kemampuan maskapai untuk menambah kapasitas masih terbatas. Padahal, dari sisi permintaan dan minat penumpang sebenarnya sudah terlihat meningkat,” jelasnya.

Farid juga menanggapi kebijakan diskon tiket pesawat yang belakangan digulirkan pemerintah. Menurutnya, diskon lebih berfungsi menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Namun belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan penumpang secara signifikan tanpa dukungan armada yang memadai.

“Diskon tiket memberikan harga yang lebih baik bagi masyarakat. Tapi kendala utamanya tetap di armada. Tanpa tambahan pesawat, peningkatan jumlah penumpang tidak bisa maksimal,” tegasnya.

Secara nasional, Farid menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 20 hingga 30 pesawat untuk bisa kembali ke kondisi penerbangan seperti sebelum pandemi Covid-19.

Di Balikpapan sendiri, pada masa normal sebelum pandemi, jumlah penumpang harian bisa mencapai sekitar 25 ribu orang per hari.

Kondisi itu membuat kesiapan infrastruktur dan layanan bandara, termasuk peningkatan fasilitas dan inovasi layanan seperti VIP service di Bandara SAMS Sepinggan belum sepenuhnya diimbangi oleh suplai penerbangan dari maskapai.

Untuk mempercepat pemulihan sektor penerbangan, Angkasa Pura Indonesia berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, salah satunya melalui pemberian insentif bagi maskapai.

“Kami berharap ada insentif, termasuk insentif pajak, agar maskapai bisa mempercepat pemulihan armada dan kapasitas. Dengan begitu, kondisi penerbangan bisa kembali mendekati situasi sebelum Covid-19,” pungkas Farid. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan #penumpang pesawat #Kutai Barat